Selasa, 7 Juli 2026

4 Helikopter Water Bombing Bakal Dikerahkan Padamkan Sisa Api di TPA Jatiwaringin

Helikopter water bombing masih berupaya memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Senin 6 Juli 2026.(@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, telah memasuki hari ketujuh.

Sejak api pertama kali berkobar pada Selasa 30 Juni 2026, fokus pemadaman kini diperkuat lewat jalur udara dengan penambahan armada helikopter water bombing.

Pantauan TangerangNews di lokasi, Senin 6 Juli 2026 malam, kobaran api memang masih terlihat membara di sejumlah titik.

Meski kepulan asap pekat tidak lagi terlihat jelas akibat tertutup gelapnya malam, bau menyengat khas sampah terbakar masih tercium sangat pekat di sekitar area lokasi.

Berdasarkan hasil pantauan udara menggunakan Drone Thermal, titik api yang menyala di permukaan sebenarnya sudah jauh berkurang. Namun, potensi bahaya justru masih mengintai di bawah permukaan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat mengatakan pantauan dari Drone Thermal menunjukkan ada sekitar 3,5 persen titik api dari total 18 hektare area yang terbakar.

"Tetapi memang walaupun yang lainnya itu sudah tidak kelihatan api, pantauan drone terlihat masih panas. Jadi itu berpotensi lagi bisa keluar api, makanya pendinginan tetap dilakukan," ujarnya.

 

Terjunkan 4 Helikopter Water Bombing

Untuk mempercepat pemadaman bara api terselubung di lahan seluas 18 hektare tersebut, DLHK Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi secara intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Strategi pemadaman pun kini mengandalkan kombinasi serangan darat dan udara. Tiga helikopter water bombing bantuan BNPB sudah beroperasi di lokasi beberapa hari terakhir.

"Helikopter water bombing ini rencananya akan ditambah satu unit lagi besok, guna menjangkau titik-titik sulit," terang Ujat.

Ujat menambahkan petugas gabungan dari Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama petugas pemadam kebakaran (Damkar) terus bersiaga melakukan pendinginan darat tanpa henti.

Seiring dengan semakin terkendalinya titik api di permukaan, kabar baik juga datang bagi warga sekitar yang sempat mengungsi akibat kepungan asap.

Pihak DLHK menyatakan warga terdampak yang sebelumnya dievakuasi kini sudah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. Meski situasi berangsur aman, Ujat tetap meminta warga untuk tidak melonggarkan kewaspadaan.

"Ya kalau melihat dari ini sih sebenarnya bisa dikatakan aman, tetapi tetap harus waspada karena bisa saja di waktu-waktu tertentu asap yang masih ada ini mengarah ke pemukiman," pungkas Ujat.

Tags