TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang telah menyiapkan lahan seluas 2 Hektare sebagai tempat penampungan sementara sampah dampak kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan lahan tersebut disiapkan agar proses pengangkutan sampah dari permukiman warga ke TPA tetap berjalan lancar, selagi proses pemadaman terus dilakukan.
"Berjalan normal, kita sudah siapkan ada lahan 2 hektar untuk ditempatin, sementara sifatnya," ujar Maesyal, di lokasi kebakaran, Selasa 7 Juli 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat menuturkan, volume sampah yang harus diangkut perharinya mencapai 1.500 Ton.
"Kalau kita ngitung misalkan satu hari kecilnya saja 250 truk dikali 6 kubik saja kecilnya, sudah 1.500 sehari," tuturnya.
Ujat menjelaskan lahan yang dijadikan sebagai tempat penampungan sementara tersebut merupakan fasilitas penunjang proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Lahan tersebut rencananya akan digunakan untuk menjadi tempat menampung limbah sisa pembakaran batu bara atau Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari proyek PSEL.
"Jadi sampah (PSEL) itu dibakar pasti ada debunya, fly ash dan bottom ash itu kan. Nanti kita harus menyiapkan juga lahan untuk menampung abunya. Artinya lahan yang sekarang digunakan untuk penampungan sementara itu, pakai lahan untuk menampung FABA," jelasnya.
Setelah kebakaran tersebut berhasil ditangani, sampah yang disimpan di tempat penampungan sementara itu akan dikembalikan ke lahan TPA Jatiwaringin.