TANGERANGNEWS.com-Lapas Terbuka Kelas IIB Ciangir, Kabupaten Tangerang, terus mengembangkan program pembinaan berbasis kemandirian bagi warga binaan melalui sektor pertanian, peternakan, dan persawahan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Banten Lili menyebutkan saat ini terdapat 50 warga binaan yang mengikuti program pembinaan di Lapas Terbuka Ciangir. Dalam waktu dekat, jumlah tersebut akan bertambah sebanyak 20 orang.
Menurutnya, seluruh warga binaan yang ditempatkan di lapas terbuka telah melalui proses asesmen ketat, baik dari sisi risiko maupun minat dan bakat yang dimiliki.
"Pastinya kasus-kasus kriminal umum. Ini sebentar lagi mau bebas. Kita cek asesmennya, minat bakatnya seperti apa. Kalau asesmennya risikonya tinggi atau emosinya tinggi, ya tidak masuk nominasi di sini," ujar Lili, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia menjelaskan, program pembinaan tersebut bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
Selain memperoleh pelatihan, warga binaan juga menerima premi dari hasil kerja mereka yang kemudian ditabung sebagai bekal untuk keluarga, maupun kehidupan setelah menjalani masa pidana.
"Warga binaan bekerja di sini mendapat premi sesuai hasil kerjanya. Uangnya ditabung sehingga nanti bisa bermanfaat buat keluarganya. Skillnya ini harus lebih dari yang di luar, supaya ketika keluar mereka bisa bekerja dan tidak melakukan kesalahan lagi," katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Terbuka Ciangir Soeistanto Poedji Djatmiko mengatakan premi yang diterima warga binaan berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta, tergantung capaian produksi yang dihasilkan.
"Kalau hasilnya bagus tentu preminya ikut naik," ujarnya.
Saat ini, Lapas Terbuka Ciangir mengelola berbagai unit usaha produktif, mulai dari peternakan ayam petelur, ayam kampung, sapi pedaging hingga domba.
Selain itu, ada juga lahan pertanian yang ditanami berbagai komoditas hortikultura seperti timun, terong, pakcoy, dan bayam.
Dari seluruh sektor tersebut, produksi telur menjadi salah satu komoditas unggulan. Dalam sehari, lapas mampu menghasilkan sekitar 863 kilogram telur yang dipasarkan ke wilayah Jabodetabek.
Selain itu, hasil panen padi terakhir mencapai sekitar 12 ton. Pada momen Iduladha 2026, lapas juga berhasil menjual 25 ekor domba dan 11 ekor sapi hasil peternakan warga binaan.
"Hasil produksinya kita pasarkan sementara di wilayah Jabodetabek untuk masyarakat umum. Salah satunya rencananya telur dipasok ke Hotel Mercure Kemayoran," kata Soeistanto.
Ke depan, pihaknya berharap hasil produksi pangan dari Lapas Terbuka Ciangir juga dapat berkontribusi mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan bukan hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mampu menghasilkan produk berkualitas yang memiliki nilai ekonomi dan dapat bersaing di pasar," pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang warga binaan yang mengikuti program tersebut, Yusuf yang merasa memperoleh banyak keterampilan, terutama dibidang peternakan lantaran mengikuti program tersebut.
"Alhamdulillah betah. Terus kita juga dapat pengalaman, mungkin nanti di luar kita bisa ngelanjutin peternakan kambing kayak gini," jelas Yusuf.
Yusuf berharap keterampilan yang didapatkannya saat menjadi warga binaan bisa diterapkan ke dalam kehidupan sehari-hari nya setelah masa hukumannya berakhir.
"Alhamdulillah udah paham. Insyaallah kalau nanti ada modal dan badan sehat, mudah-mudahan bisa menerapkan lagi di rumah dan ngelanjutin ternak," katanya.