TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 121 peristiwa kebakaran yang terjadi terjadi sejak 1 Juli hingga 26 Juli 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan objek yang terbakar dari ratusan kasus tersebut meliputi, ilalang, sampah, rumah, limbah, perusahaan, serta TPA Jatiwaringin.
"Seluruh peristiwa kebakaran ini didominasi oleh kebakaran ilalang dan limbah," ujarnya, Senin 27 Juli 2026.
Taufik mengungkapkan dari 29 Kecamatan yang berada di Kabupaten Tangerang, kebakaran terjadi di 25 kecamatan selama periode Juli 2026.
Adapun rinciannya meliputi Kecamatan Balaraja, Cikupa, Cisauk, Cisoka, Curug, Jambe, Kelapa Dua, Kemiri, Kresek, Kronjo, Kosambi, Legok, Mauk, Pagedangan, Pakuhaji, Panongan, Pasar Kemis, Rajeg, Sepatan, Sepatan Timur, Sindang Jaya, Solear, Sukadiri, Teluknaga, dan Tigaraksa.
Sementara empat kecamatan yang tidak dilanda bencana tersebut yakni Gunung Kaler, Jayanti, Mekar Baru, serta Sukamulya.
"Paling banyak terjadi kebakaran itu di Tigaraksa dengan jumlah 24 peristiwa," bebernya.
Sementara penyebab dari 121 peristiwa kebakaran ini bermacam-macam, mulai dari pembakaran sampah ilegal, korsleting listrik, hingga kemarau ekstrem akibat oleh El Nino Godzilla yang mendominasi insiden di Kabupaten Tangerang.
"Sebagaimana kita tahu bahwa prediksi BMKG kan 2026 ini mulanya sejak April-Mei, itu cuaca ekstrim yang disebut El Nino Godzilla. Dan kemarau, kemarau yang sangat panas gitu kemudian berlangsung cukup lama ya kurang lebih 8 bulan ya, kurang lebih seperti itu," ungkap Achmad Taufik.
Selain itu, pihaknya menyiagakan sebanyak 14 Pos Damkar, untuk memitigasi terjadinya bencana kebakaran, kekeringan serta bencana hidrometeorologi lainnya.
"Pos Damkar ini bertugas selain juga bertugas untuk memadamkan api juga ketika terjadi bencana banjir dan sebagainya karena tupoksi BPBD dan kebakaran ini di bawah BPBD dua-duanya gitu. Jadi siap dari sisi personel dan sarana prasarana," tutup Achmad Taufik.