Jumat, 7 Agustus 2026

Pedagang Bendera di Tangerang Keluhkan Sepinya Pembeli Jelang HUT ke-81 RI, Tahun Ini Terparah

Beragam bendera merah putih yang dijual di pinggir Jalan Raya Pemda Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.(@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Di tengah ramainya suasana menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI), para pedagang bendera musiman malah menghadapi kenyataan pahit.

Sejumlah pedagang bendera yang berjualan di Jalan Pemda Tigaraksa, Kabupaten Tangerang mengeluhkan sepinya pembeli. 

‎Hal ini turut dirasakan oleh salah seorang pedagang musiman, Ade, 58 tahun. Ia menjual bendera mulai dari harga Rp5 ribu hingga Rp50 ribu.

Untuk bandir dibanderol mulai harga Rp35 ribu hingga Rp50 ribu, sedangkan untuk umbul-umbul dijual harga Rp15 ribu hingga Rp25 ribu.

"Paling mahal bendera background harganya mulai Rp150 ribu sampai Rp300 ribu," katanya, Jumat 7 Agustus 2026.

‎Ade mengatakan, ia telah menjual bendera serta pernak-pernik kemerdekaan ini dari tahun 2018. Namun, ade mengaku penjualan  di tahun ini merupakan yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.  

‎"Jualan dari tanggal 1 Agustus, Kalau sekarang menurun drastis, jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jauh, menurun drastis," ujar Ade, saat diwawancarai, Jumat 7 Agustus 2026.

‎Ia mengungkapkan, pada tahun-tahun sebelumnya, omzet perhari dari menjual bendera dan pernak-pernik ini bisa mencapai Rp700 ribu.

Namun, pada tahun ini untuk memperoleh omzet perhari Rp100 ribu sangatlah sulit.

‎"Sekarang ini sangat minim. Pengen dapet Rp100 ribu saja susah kalau sekarang, kalau dulu bisa sampai Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per hari," ungkapnya. 

‎Penurunan omzet ini juga dirasakan oleh salah seorang pedagang bendera musiman lainnya, Ibnu Hasim.

Ia menyebut, sepinya penjualan di musim ini disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang bergeser memilih membeli bendera melalui toko online, dibandingkan membeli langsung di pedagang pinggir jalan. 

‎"Biasanya, per hari itu kita paling dikit dapat Rp500 ribu, sekarang paling dapat Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Sepi gini yah dikarenakan ada aplikasi online," sebutnya. 

‎Di sisi lain, salah seorang pembeli, Asep mengatakan, dirinya memang selalu membeli bendera setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap nenek moyang yang memperjuangkan kemerdekaan.

‎Ia berharap, di momen kemerdekaan ini, pemerintah bisa lebih memperjuangkan masyarakat bawah, serta memperhatikan kesejahteraan mereka. 

‎"Mudah-mudah masyarakat makin sejahtera, untuk pemerintahannya mudah-mudah makin memperhatikan masyarakat juga," harapnya.

Tags