Selasa, 18 Agustus 2026

Kebut Proyek MRT Kembangan-Balaraja, Pemkab Tangerang Godok Revisi Perda RTRW

MRT Jakarta.(@TangerangNews / Istimewa)

‎TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang tengah menggodok revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW) guna mendukung percepatan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Kembangan-Balaraja dan Bus Rapid Transit (BRT). 

‎Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Erwin Mawandy mengatakan Pemkab Tangerang tengah menyusun revisi RTRW yang saat ini masih berproses.

‎Salah satu poin yang akan dimasukkan dalam regulasi tersebut ialah pengembangan layanan BRT yang terkoneksi dengan MRT Kembangan–Balaraja, sebagai bagian dari penguatan kebijakan transportasi massal di daerah.

‎"Program BRT/MRT itu akan menjadi salah satu masukan muatan dalam RTRW sebagai bentuk kesiapan kita (Pemkab Tangerang), bahwa sistem transportasi massal ini memang secara kebijakan sudah ada di pemerintah daerah," katanya, Selasa 18 Agustus 2026.

‎Erwin menjelaskan revisi Perda RTRW dilakukan guna memastikan bahwa proyek strategis nasional ini memiliki landasan hukum yang kuat di tingkat daerah.

‎Pasalnya, jika jalur BRT yang akan terhubung dengan MRT belum tercantum dalam RTRW, maka pemerintah akan kesulitan menyiapkan lahan, membangun infrastruktur, maupun mengeluarkan perizinan.

‎Saat ini, kata Erwin, rancangan pembangunan MRT Kembangan-Balaraja masih berada dalam tahap penyelesaian studi kelayakan (feasibility study) yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Banten. 

‎"Di studi kelayakan itu dari sisi pembiayaan diukur yang paling feasible, apakah pembiayaannya dari pemerintah atau bahkan ada potensi kontribusi dari para pengembang," katanya.

‎Nantinya, rencana pembangunan jalur MRT sepanjang 30 kilometer tersebut akan menyambungkan 14 stasiun mulai dari Kabupaten Tangerang yang mencakup Stasiun Balaraja, Cibadak, Pasir Gadung, Otonom, Bunder, Kadu, Bencongan, Danau Ranau, Kelapa Dua, hingga ke Kota Tangerang meliputi Kebon Nanas, Panunggangan, Kunciran, Hasyim Asyari dan Karang Tengah.

‎Selain itu, Erwin berujar, pihaknya akan menyiapkan BRT sebagai fasilitas penunjang atau pengumpan (feeder) yang menghubungkan titik-titik stasiun tersebut dengan kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat, sebagai langkah untuk mengurai kemacetan.

‎"Kita berharap BRT ini connecting ke MRT. Jadi terkoneksi dengan stasiun-stasiun MRT yang ada supaya terintegrasi satu sama lain," ungkapnya.

Tags