TANGERANGNEWS.com-Polresta Tangerang mengintensifkan patroli siber di media sosial (medsos) guna mengawasi dan menyaring konten bermuatan narasi provokatif, menjelang aksi unjuk rasa besar yang berlangsung di Jakarta hari ini, Kamis 27 Agustus 2026.
Langkah preventif ini diambil demi mencegah meluasnya provokasi digital yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di wilayah penyangga ibu kota.
Kasubnit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Reskrimsus Polresta Tangerang Ipda Steven Bangun mengatakan pihaknya masih terus memantau konten terkait aksi unjuk rasa 27 Agustus di media sosial.
"Kita masih terus patroli di sosial media, informasi sekecil apapun kita terima," kata Steven, Kamis 27 Agustus 2026.
Steven menjelaskan, pihaknya memantau sejumlah akun di berbagai platform media sosial, terutama homeless media.
Meski begitu, hingga saat ini pihaknya masih belum menemukan unggahan di media sosial yang bermuatan provokasi di wilayah hukumnya.
"Sejauh ini masih aman. Belum ada hal yang menonjol. Tapi tapi sampai saat ini kita terus patroli," tambahnya.
Selain itu, Polresta Tangerang juga ikut memperkuat pengamanan wilayah secara langsung dengan menurunkan sebanyak ratusan personel.
Kabag Ops Polresta Tangerang Kompol Raden Mochammad Sofian mengatakan pengamanan wilayah dilakukan dengan melakukan penyekatan di titik-titik yang menghubungkan wilayah hukum Polresta Tangerang dengan DKI Jakarta di antaranya, stasiun KRL, jalan tol, serta Jalan Raya Serang.
"Kami melaksanakan kegiatan penyekatan di beberapa titik perbatasan. Kemudian juga kita melakukan penyekatan di stasiun-stasiun, khususnya dari Stasiun Daru, Tigaraksa, kemudian Stasiun Cikoya," tuturnya.
Ia menjelaskan, penyekatan akan dilakukan di beberapa titik, di antaranya yaitu, akses Tol Balaraja Barat dan Balaraja Timur, Kedaton, serta jalur arteri di kawasan Bitung.
"Kita bersiap untuk mengantisipasi adanya massa yang akan ke Jakarta, khususnya dari wilayah Tangerang," jelasnya.
Pengamanan pengunjuk rasa juga melibatkan sejumlah institusi terkait, yakni TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
"Jadi personel di Polresta saja ada 203 personel, nanti ditambah dari TNI dan Dishub, kemudian juga dari Satpol PP," ucap Sofian.
Pihaknya juga mengerahkan kendaraan taktis (Rantis), Water Cannon dan sejumlah kendaraan roda dua. Armada tersebut akan digunakan untuk mendukung patroli dan pengamanan di sejumlah titik yang dianggap rawan menjadi jalur mobilitas massa.
"Selain kendaraan yang digunakan Polresta Tangerang, ada juga kendaraan roda dua dari TNI dan Dishub untuk melaksanakan kegiatan patroli," kata Sofian.