Selasa, 15 September 2026

Kemarau Ekstrem, 25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Status Awas Kekeringan

BPBD Banten menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 25 Kecamatan di wilayahnya memasuki status Awas Bencana Kekeringan imbas kemarau ekstrem yang disebabkan fenomena El Nino Godzilla.

‎Status tersebut ditetapkan untuk wilayah yang berpotensi mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari serta diperkirakan memiliki curah hujan yang sangat rendah.

‎Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan dari 29 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang 25 di antaranya memasuki status Awas Bencana Kekeringan. 

‎"Kekeringan itu hampir di seluruh kecamatan, itu enggak ada hujan," ujarnya, saat diwawancarai Tangerangnews, Selasa 15 September 2026.

Taufik mengungkapkan, 25 Kecamatan tersebut memasuki status awas bencana kebakaran berlaku sejak peringatan dini bencana kekeringan yang dikeluarkan BMKG pada Dasarian II September 2026, yakni 11-20 September 2026 hingga 60 hari kedepan. 

‎"Sejak dibuat prakiraan oleh BMKG, selesai sih harapan secepatnya," ungkap Taufik. 

‎Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tangerang ke-25 wilayah tersebut meliputi Kecamatan Balaraja, Cikupa, Cisauk, Curug, Gunung Kaler, Jambe, Jayanti, Kelapa Dua, Kresek, Kronjo, Kosambi, serta Legok. 

‎Adapun, wilayah lainnya Mauk, Mekar Baru, Pagedangan, Pakuhaji, Panongan, Pasar Kemis, Rajeg, Sepatan Timur, Solear, Sukadiri, Sukamulya, Teluknaga dan Tigaraksa. 

‎"Hampir seluruhnya itu. Karena ada hujan pun hanya gerimis ya, paling sekitaran Tigaraksa gitu. Tapi kan malah itu yang terbanyak jumlah kebakarannya," ujar Taufik.

‎Selain itu, sejak periode 1 Juli hingga 12 September 2026, tercatat 73 desa/kelurahan dari 25 Kecamatan mengalami kekeringan dengan warga terdampak mencapai 62.076 jiwa dari 23.430 kepala keluarga (KK).

‎Untuk menangani dampak kekeringan, BPBD Kabupaten Tangerang telah mendistribusikan air bersih sebanyak 330 kali pengiriman ke 178 titik yang terdampak.

Taufik menuturkan bencana kekeringan ini masih dapat ditangani oleh Pemkab Tangerang. Oleh karena itu, pihaknya masih belum akan menetapkan status siaga bencana kekeringan.

‎"Untuk kebakaran dan suplai air itu seluruhnya bisa kita layani bersama, terutama suplai air ya bisa dibantu oleh PDAM, PMI, bahkan pihak swasta. Apabila kekeringan ini terus-menerus kemudian meluas, baru kita akan lakukan siaga bencana," ungkapnya. 

Tags