Kamis, 17 September 2026

Warga Pagedangan Terpaksa Minum dari Sungai Keruh dan Bau Gegara 5 Bulan Krisis Air Bersih

Warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, mengambil air dari Sungai Cimanceuri untuk keperluan sehari-hari akibat kekeringan yang melanda lima bulan terakhir.(TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Kemarau ekstrem menyebabkan krisis air bersih di Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Kondisi ini memaksa warga setempat memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

‎Menggunakan jerigen plastik, sejumlah warga tampak menampung air dari aliran Sungai Cimanceuri. Air tersebut mereka manfaatkan untuk keperluan MCK (mandi, cuci, kakus) serta membersihkan berbagai peralatan rumah tangga, pada Kamis 17 September 2026.

‎Mirisnya, kondisi air sungai yang dimanfaatkan oleh masyarakat tampak keruh, mengeluarkan bau tidak sedap dan dipenuhi oleh tumpukan sampah yang mengapung di sepanjang alirannya.

‎Kondisi ini diperparah dengan mengeringnya sumur milik penduduk sekitar, sehingga mereka harus berjuang keras demi mendapatkan pasokan air.

‎Salah seorang warga bernama Marhum mengatakan, krisis air bersih akibat kekeringan selama lima bulan terakhir memaksa penduduk setempat bergantung pada aliran sungai untuk aktivitas sehari-hari.

‎"Udah kelamaan kemarau jadi masyarakat terpaksa menggunakan air sungai, karena air sumur sudah enggak ada, bantuan dari pemerintah juga enggak ada," ujar Marhum.

‎Selain untuk mandi dan mencuci, air sungai tersebut juga terpaksa mereka gunakan untuk memasak hingga memenuhi kebutuhan konsumsi air minum.

‎Meskipun menyadari risiko penyakit yang mengintai, warga terpaksa tetap mengonsumsi air sungai tersebut lantaran ketiadaan sumber air alternatif di lingkungan mereka.

‎"Airnya kotor dan bau. Jadi kita endapkan dulu selama tiga hari sampai bening. Setelah itu baru dimasak," terang Marhum.

‎Salah seorang warga lain bernama Yayah mengungkapkan, sejumlah penduduk mulai mengeluhkan gejala penyakit kulit, seperti gatal-gatal, akibat intensitas penggunaan air sungai untuk keperluan mandi.

‎"Gatal-gatal itu sudah pasti ada namanya juga air begini, tapi mau gimana lagi," jelasnya.

‎Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang segera menyalurkan bantuan air bersih guna memenuhi kebutuhan dasar harian mereka yang terdampak kekeringan.

‎Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengklaim, penyaluran air bersih terus dilakukan secara rutin guna membantu wilayah-wilayah yang terdampak kemarau panjang.

‎"Bukan rencana lagi, setiap hari kami dari BPBD, PDAM, PMI dan lain-lain, setiap hari mengirim air bersih," katanya.

‎Taufik menginstruksikan agar para pejabat wilayah segera melaporkan kelangkaan air di daerahnya ke BPBD agar bantuan air bersih bisa segera disalurkan.

‎"Para Kades atau Lurah agar terus memonitor wilayahnya melalui Ketua RT dan RW, dan masyarakat, apabila ada kejadian kebakaran dan kebutuhan air bersih kepada Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang dengan menghubungi Call Center 112," tambah Taufik.

Tags