TANGERANGNEWS.com-Pria yang membawa senjata tajam (sajam) dalam aksi pembubaran ibadah di rumah peribadatan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Dalam konflik di rumah ibadah tersebut, pria yang sempat mengacungkan sajam jenis golok itu diketahui bernama Aji Cahyono.
Aji akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui sebuah tayangan video setelah melalui proses mediasi yang ditengahi oleh pemerintah daerah dan kepolisian pada Minggu 20 September 2026, malam.
Dalam pernyataannya, ia mengaku bahwa tindakan tersebut dilakukan karena khilaf.
"Dengan ini, saya atas nama pribadi Aji Cahyono Putra garis miring Goji, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada umat kristen yang tadi siang terjadi clash di lapangan," kata Aji dalam video permintaan maaf tersebut.
Aji membeberkan alasan dirinya membawa sajam saat aksi tersebut lantaran habis memotong rumput.
"Karena kekhilafan saya pulang haul dan saya ngebabatin rumput, saya membawa sajam. Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada umat kristen, saya meminta maaf," bebernya.
Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Indra Waspada menambahkan kedua belah pihak telah sepakat berdamai setelah melalui upaya mediasi di Aula Kantor Kecamatan Rajeg.
"Yang paling utama adalah menjaga kerukunan dan keamanan masyarakat," ujarnya, Senin 21 September 2026.
Adapun, dalam perjanjian yang telah disepakati, pemerintah daerah juga akan akan memfasilitasi jemaat GKPI untuk mencarikan rumah ibadah sementara, sambil menunggu proses perizinan rumah ibadah yang sempat didatangi oleh warga.
Indra mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, FKUB dan seluruh unsur untuk menjaga situasi Keamanan, dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketenangan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas, serta menghormati kesepakatan yang telah dicapai bersama," imbaunya.