Sabtu, 10 Oktober 2026

Ambil Sampel Sungai Cimanceuri, DLHK Kabupaten Tangerang Selidiki 190 Perusahaan Terkait Pencemaran

Kondisi Sungai Cimanceuri berwarna hitam dan bau diduga akibat pencemaran limbah industri di kawasan Milenial, Kabupaten Tangerang. (TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang melakukan pengambilan sampel Sungai Cimanceuri yang tercemar di tiga lokasi di sekitar Kawasan Industri Milenium.

Pencemaran tersebut diduga berasal dari salah satu perusahaan di kawasan industri tersebut. 

‎Kepala Seksi Bina Hukum DLHK Kabupaten Tangerang Sandi Nugraha mengatakan uji laboratorium dilakukan guna menelusuri sumber pencemaran Sungai Cimanceuri. 

‎"Jadi untuk yang sampling nanti tinggal nunggu hasilnya. Sekitar 14 hari kerja," ujarnya, Rabu 7 Oktober 2026.

‎Sandi mengungkapkan, terdapat 190 perusahaan di kawasan industri tersebut yang berpotensi menjadi penyebabnya tercemar Sungai Cimanceuri.

Nantinya, hasil uji laboratorium tersebut dapat menguak sumber pencemaran Sungai Cimanceuri. 

"Kalau saya lihat dari waktu verifikasi awal memang sumbernya ada dari dari kawasan ya. Cuma kita belum tahu tenant-tenant yang mana aja. Soalnya ada 190-an untuk jumlah industri," kata Sandi. 

‎Sebelumnya, aliran Sungai Cimanceuri yang berlokasi di Kawasan Industri Milenium perbatasan antara Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa dengan Matagara, Kecamatan Tigaraksa diduga tercemar limbah perusahaan.

Kondisi sungai tersebut menghitam dan menimbulkan aroma bau tidak sedap.

‎Salah satu warga Desa Budi Bulya, Kecamatan Cikupa, Muhammad Ari mengatakan pencemaran Sungai Cimanceuri terlihat usai mengalami penyusutan akibat kemarau ekstrem yang disebabkan fenomena El Nino Godzilla. Selama beberapa minggu, warna air sungai berubah menjadi hitam dan berbau pekat.

‎"Sudah beberapa minggu ini air sungai menyusut, lalu berubah warna menjadi hitam pekat. Bahkan, mengeluarkan aroma bau yang sangat tidak sedap," katanya, Senin 14 September 2026.

Tags