TANGERANGNEWS.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, mencatat terdapat 469 kejadian kedaruratan seperti kebakaran, kebencanaan, serta penyelamatan dan evakuasi terjadi di wilayahnya selama September 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengungkapkan, kejadian kedaruratan didominasi oleh bencana kebakaran dengan total 219 kejadian, disusul bencana kekeringan yang menyebabkan krisis air bersih dengan jumlah permintaan distribusi sebanyak 191 permintaan.
"Tingginya angka kebakaran dan kekeringan ini sejalan dengan kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung," kata Taufik, Kamis 8 Oktober 2026.
Selain dua kejadian kedaruratan diatas, Taufik BPBD Kabupaten Tangerang juga aktif melakukan berbagai operasi penyelamatan lainnya.
Rincian penanganan tersebut meliputi 18 operasi pemusnahan sarang tawon, 17 evakuasi ular, 9 penyelamatan kunci, serta masing-masing 4 kasus untuk evakuasi biawak dan hewan peliharaan. Selain itu, petugas juga berhasil menyelesaikan 3 kasus pemotongan cincin.
"Petugas turut menangani masing-masing satu kejadian untuk penanganan pohon tumbang, evakuasi benda berharga, evakuasi hewan lain, serta evakuasi orang tenggelam," rincinya.
Guna mengantisipasi kejadian kedaruratan, Taufik menambahkan, pihaknya turut menyiagakan personel selama 24 jam penuh untuk merespons laporan warga.
Selain itu, Taufik juga mengimbau agar masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama mengantisipasi ancaman kebakaran akibat hubungan arus pendek listrik serta tindakan membakar sampah secara sembarangan.
"Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat, BPBD Kabupaten Tangerang menyediakan layanan siaga melalui Call Center 112," tambahnya.