Kamis, 22 Oktober 2026

Tekan Aksi Balap Liar, Bupati Tangrang Ajak Pemuda Beralih ke Kompetisi Drag Bike

KNPI Drag Bike 2026 yang berlangsung di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Tigaraksa, Minggu 18 Oktober 2026.(TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Fenomena aksi balap liar sepeda motor di kawasan Gading Serpong dan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, yang kian meresahkan hingga kerap memakan korban jiwa menjadi perhatian serius pemerintah daerah setempat.

Sebagai langkah konkrit menekan aksi membahayakan di jalan raya tersebut, olahraga otomotif didorong menjadi wadah menyalurkan kegemaran dan bakat masyarakat.

Hal itu dkatakan dikatakan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat menghadiri langsung gelaran KNPI Drag Bike 2026 yang berlangsung di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Tigaraksa, Minggu 18 Oktober 2026.

Maesyal memberikan apresiasi tinggi terhadap ajang balap yang digelar selama dua hari tersebut.

Menurutnya, event ini menjadi ajang yang sangat tepat untuk mengarahkan potensi dan adrenalin para pemuda ke jalur yang aman dan terstruktur, sekaligus menghentikan tren balap liar liar di jalanan umum.

“Drag bike ini lebih tepat sasaran dan terarah, terutama untuk menghindari anak-anak muda melakukan balap liar yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

 

Solusi Nyata Penghentian Balap Liar

Kawasan Pagedangan selama ini kerap dijadikan lokasi aksi balap liar oleh oknum pemuda pada malam hingga dini hari. Sebab di sana banyak teradap jalan mulus milik pengembang kota mandiri.

Aksi nekat tersebut tak jarang berujung kecelakaan fatal hingga memakan korban jiwa, baik dari pelaku balap liar maupun pengguna jalan yang melintas.

Melihat kondisi tersebut, Maesyal menegaskan pentingnya konsistensi dalam menyediakan wadah resmi agar para pecinta otomotif tidak lagi turun ke jalan raya secara ilegal.

Ia berharap KNPI Drag Bike dapat menjadi agenda rutin tahunan dengan lokasi yang terus berkembang.

“Sekarang tempatnya di Puspemkab, tahun berikutnya silakan di mana saja. Yang terpenting anak-anak muda ini terorganisir dan punya wadah. Jadi tidak ada lagi balap liar,” tegasnya.

Berbeda dengan ajang balap liar yang tanpa perlengkapan keamanan dan sarana medis, gelaran resmi ini disiapkan secara ketat dengan standar keselamatan tinggi.

Maesyal mengapresiasi kolaborasi mulai dari KNPI, Pemkab Tangerang, Polres, Kodim, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan yang menerjunkan personel pengamanan serta tim medis lengkap.

“Dokter, ambulans, dan pengamanan semuanya sudah siap. Kami ingin kegiatan seperti ini benar-benar aman dan memberikan manfaat bagi anak-anak muda,” jelas Maesyal.

Melalui event terorganisir ini, Pemkab Tangerang berharap dapat menjaring bibit-bibit pembalap potensial di tingkat lokal sekaligus membangun budaya otomotif yang tertib, aman, dan disiplin bagi generasi muda di Kabupaten Tangerang.

Tags