Kamis, 22 Oktober 2026

15 Tahun Tak Tertangani, Bupati Tangerang Janji Tuntaskan Banjir di Perumahan Taman Walet

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid meninjau lokasi rawan banjir di Perumahan Taman Walet, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang yang 15 tahun tidak pernah ditangani.(TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Persoalan banjir yang membayangi warga Perumahan Taman Walet, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang selama belasan tahun akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah setempat,

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, turun langsung meninjau lokasi rawan banjir tersebut sekaligus berdialog dengan warga yang kerap terdampak di RW 09, 12 dan 14, pada Senin 19 Oktober 2026.

Maesyal mengakui bahwa keluhan masyarakat di perumahan tersebut telah berlangsung sangat lama tanpa penanganan yang benar-benar tuntas.

“Sudah sekitar 15 tahun warga menyampaikan mengalami banjir dan belum ada penanganan maksimal. Makanya kita cek langsung. Ada yang bisa kita lakukan melalui perubahan anggaran, dan penanganan maksimalnya kita siapkan di anggaran 2027,” tegasnya.

Guna menuntaskan banjir di Perumahan Taman Walet, Pemkab Tangerang berencana menerapkan skema penanganan yang telah terbukti berhasil di Perumahan Taman Elok.

Langkah yang akan diambil meliputi penertiban bangunan liar di atas saluran, pengerukan sedimen, hingga normalisasi secara menyeluruh.

“Di Taman Elok sudah kita bongkar hambatan di salurannya, kita keruk dan normalisasi. Alhamdulillah sekarang sudah tidak banjir lagi. Kita ingin penanganan seperti itu juga dilakukan di sini. Kami minta warga juga komitmen untuk bantu kesepakatannya,” tambah Maesyal.

 

Sisir Titik Rawan Lain di Pasar Kemis

Selain Perumahan Taman Walet, Bupati Tangerang juga meninjau aliran air di Perumahan Teluk Jakarta dan Perumahan Kutabumi 2, Kelurahan Kutabumi.

Di lokasi tersebut, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) telah melakukan pelebaran saluran dari 2,5 meter menjadi 10 meter, pembangunan turap, serta penyiapan sheet pile guna memperkuat tanggul yang sempat jebol.

“Ini bagian dari antisipasi musim hujan nanti. Salurannya kita normalisasi, kita lebarkan, kemudian dipasang sheet pile dan turap. Mudah-mudahan aliran air semakin lancar dan tidak banjir lagi,” ungkap Maesyal.

Langkah mitigasi banjir ini tidak hanya difokuskan di Pasar Kemis, melainkan juga menyasar wilayah rawan lainnya seperti Binong, Kali Sabi, dan Sukadiri berdasarkan skala prioritas.

Pemkab Tangerang turut meningkatkan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian PU dan Pemprov Banten untuk penanganan sungai-sungai besar seperti Kali Cimanceri dan Cidurian.

Tags