TANGERANGNEWS.com- Jembatan Penghubung Bayur sudah dapat digunakan masyarakat guna mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi di sepanjang Jalan Raya Bayur–Cadas hingga Sangego.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan, jembatan itu merupakan bagian dari paket pembangunan infrastruktur prioritas yang dituntaskan pada akhir tahun lalu.
Jembatan Bayur dibangun untuk menghubungkan Jalan Raya Bayur–Cadas dengan Jalan Cisadane Barat Bayur yang kini berfungsi sebagai jalur alternatif baru.
“Kami membangun jembatan penghubung untuk menunjang akses Jalan Cisadane Barat Bayur yang baru saja rampung dibangun pada akhir tahun kemarin, keduanya sudah mulai beroperasi serta dimanfaatkan banyak pengguna jalan khususnya dari arah Cadas menuju arah Kota Tangerang,” ujar Taufik dalam keterangannya, Rabu, 14 Januari 2026.
Menurutnya, setelah mulai difungsikan, Pemkot Tangerang terus melakukan pemantauan terhadap efektivitas jembatan tersebut.
Dari hasil pantauan sementara, jembatan penghubung Bayur telah dimanfaatkan oleh sebagian besar pengguna jalan dan berdampak langsung pada penurunan kepadatan kendaraan di jalur utama Bayur–Cadas.
“Jembatan penghubung ini perannya sangat vital, tanpa jembatan penghubung ini ruas jalan baru yang dibangun tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal. Semoga kemacetan perlahan bisa terurai dengan adanya jembatan penghubung dan ruas jalan baru yang telah beroperasi sejak akhir tahun kemarin ini,” tambahnya.
Ke depan, Pemkot Tangerang menargetkan pembangunan infrastruktur serupa terus berlanjut.
Sepanjang tahun 2026, Pemkot Tangerang berencana merealisasikan pembangunan delapan ruas jalan baru serta enam titik jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Kota Tangerang.
Sebelumnya, Pemkot Tangerang juga melanjutkan pembangunan Jalan Sisi Saluran Cisadane Barat sepanjang 2,2 kilometer yang menghubungkan kawasan Bayur dan Cadas.
Proyek ini digulirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di Jalan Raya Bayur–Cadas.
Taufik menjelaskan, pembangunan tahap kedua tersebut merupakan kelanjutan dari proyek yang telah dimulai sejak 2024.
Fokus utama pengerjaan adalah pelebaran jalan hingga selebar tujuh meter agar mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat.
“Kami mulai memasuki tahapan pembangunan kedua untuk menuntaskan jalan baru yang akan mengubungkan daerah Bayur dan Cadas. Pembangunan ini menjadi prioritas bersama karena akan menjadi solusi efektif menuntaskan permasalahan kemacetan yang selama ini merugikan masyarakat,” jelasnya, Jumat 16 Mei 2025.
Jalan baru itu direncanakan membentang dari pertigaan depan Rumah Potong Hewan Bayur hingga Pintu Air Sekunder Kedaung dan ditargetkan dapat selesai serta beroperasi penuh pada 2026.