TANGERANGNEWS.com-Infrastruktur dan sampah masih menjadi masalah utama yang dikeluhkan masyarakat urban, termasuk Kota Tangerang.
Hal itu pun disoroti Anggota Komisi VIII DPR RI sekaligus mantan Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) Bincang Ramadan di Sekretariat Pokja WHTR, Kamis 5 Maret 2026.
Dalam diskusi santai bersama para jurnalis, tokoh yang pernah memimpin Kota Tangerang dua periode ini menekankan bahwa kunci penyelesaian masalah kota bukan sekadar anggaran, melainkan presisi teknis dan kesadaran akar rumput.
Bagi WH, memperbaiki jalan rusak sebenarnya adalah perkara matematika sederhana. Ia menilai pemerintah daerah seharusnya tidak perlu bingung dalam melakukan perencanaan.
"Kalau sudah diketahui berapa panjang jalan yang rusak dan berapa biaya per meternya, tinggal pemerintah menganggarkannya saja secara bertahap," tegasnya
Menurutnya, transparansi data teknis mulai dari volume kerusakan hingga estimasi biaya per meter menjadi kunci agar perbaikan jalan tidak sekadar tambal sulam yang cepat rusak kembali.
Terkait persoalan sampah yang kerap menghantui wilayah perkotaan, WH mengingatkan bahwa teknologi semahal apa pun tidak akan efektif jika perilaku masyarakat tidak berubah.
Meskipun ia mendukung penggunaan teknologi modern seperti incinerator seperti di Singapura atau metode sanitary landfill di tingkat TPA, ia menekankan bahwa hulu masalah ada di rumah warga masing-masing.
“Memang biaya pengolahannya besar, tapi bisa dilakukan. Yang paling penting adalah pemilahan sampah dimulai dari bawah, dari rumah tangga,” jelasnya.
Terkait program layanan kesehatan, WH menilai konsep program kartu layanan kesehatan multiguna yang digagasnya ketika menjadi Wali Kota Tangerang, dinilai lebih efisien dibandingkan sistem berbasis asuransi seperti BPJS Kesehatan.
“Secara anggaran sebenarnya bisa lebih hemat. Kalau asuransi dipakai atau tidak dipakai tetap harus bayar. Sementara kalau program multiguna itu hanya digunakan ketika seseorang sakit. Logikanya, tidak ada orang yang ingin sakit,” ujarnya.
Ketua Pokja WHTR Mus Mulyadi mengapresiasi kehadiran Wahidin Halim dalam kegiatan Bincang Ramadan tersebut. Menurutnya, kehadiran mantan kepala daerah itu memberikan perspektif dan pengalaman berharga bagi para wartawan yang mengikuti diskusi.
“Kami mengapresiasi kehadiran Pak WH yang telah meluangkan waktu untuk berdiskusi bersama teman-teman wartawan. Banyak pengalaman dan pandangan yang bisa menjadi bahan refleksi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Hendra Wibisana menyampaikan bahwa kegiatan Bincang Ramadan akan terus dilanjutkan dengan menghadirkan berbagai narasumber dari beragam latar belakang.
Menurutnya, forum diskusi tersebut menjadi ruang dialog yang produktif antara tokoh publik dan insan pers dalam membahas berbagai isu pembangunan daerah.
“Kami siap melanjutkan kegiatan Bincang Ramadan berikutnya dengan menghadirkan narasumber lain agar diskusi tetap hidup dan memberikan perspektif yang beragam,” pungkasnya.