TANGERANGNEWS.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menargetkan program Gampang Kerja akan mendorong penyerapan tenaga kerja yang lebih besar di tahun mendatang.
Salah satunya adalah job fair yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang. Program tersebut dinilai cukup efektif mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja secara langsung.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, sepanjang 2025 lalu, Pemkot Tangerang telah menggelar 12 kali job fair dengan total sekitar 20 ribu lowongan kerja yang dibuka untuk masyarakat.
Dari pelaksanaan tersebut, sebanyak 8.240 pencari kerja disebut berhasil mendapatkan pekerjaan.
"Maka itu jumlah ini akan kita tingkatkan melalui penambahan program serupa yang dibutuhkan masyarakat," kata Sachrudin, dikutip dari Antara, Jumat, 3 April 2026.
Menurut Sachrudin, program Gampang Kerja merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses informasi kerja yang lebih mudah dijangkau.
Ia menjelaskan, selain job fair, Pemkot Tangerang juga menyiapkan program pendukung lain seperti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) hingga program magang di perusahaan.
Melalui skema tersebut, pencari kerja diharapkan tidak hanya mendapatkan informasi lowongan, tetapi juga dibekali kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga peluang diterima bekerja semakin besar.
"Program yang berdampak langsung ini akan terus dimaksimalkan dalam menurunkan angka pengangguran dan memfasilitasi langsung antara perusahaan dan pencari kerja," katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam menilai capaian indikator makro Kota Tangerang sepanjang 2025 menunjukkan perkembangan yang cukup positif.
Ia menyebut sejumlah indikator seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penyerapan tenaga kerja, rasio gini, hingga Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mayoritas mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dari sisi indikator makro seperti IPM, penyerapan tenaga kerja, rasio gini hingga PDRB, sebagian besar telah mencapai target. Meski laju pertumbuhan ekonomi belum memenuhi target, namun tetap mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024,” jelas Rusdi.
Rusdi juga menilai program Gampang Kerja memberi dampak nyata terhadap upaya penurunan angka pengangguran di Kota Tangerang.
Karena itu, DPRD akan menelaah lebih jauh agar program-program serupa bisa terus dikembangkan.
"Ke depan, DPRD akan melakukan kajian lebih mendalam untuk memastikan program-program yang memiliki dampak besar dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan," katanya.
Di sisi lain, Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Tangerang Yasin Surya mengatakan pihaknya baru saja menuntaskan program On The Job Training (OJT) yang bekerja sama dengan AEON Indonesia.
Program tersebut berlangsung selama sebulan dan diikuti 32 peserta lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
Pihaknya mendapat pengalaman langsung di dunia kerja, khususnya pada sektor retail modern yang berkembang di Kota Tangerang dan sekitarnya.
“Tidak ketinggalan, kami mendorong para peserta untuk tidak berhenti meningkatkan kapasitas dirinya untuk memasuki dunia kerja secara profesional,” ujar Yasin.