Sabtu, 9 Mei 2026

Uluran Tangan dari Warga Kota Tangerang, Tiga Masjid Rusak Diterjang Banjir Aceh Direnovasi

Masjid rusak diterjang banjir di Aceh direnovasi dari dana bantuan warga Kota Tangerang melalui Tim Peduli Aceh-Sumatera yang resmi beroperasi secara penuh Rabu, 6 Mei 2026.(@TangerangNews / Redaksi)

TANGERANGNEWS.com- Upaya pemulihan pascabanjir di sejumlah wilayah Aceh turut mendapat dukungan dari masyarakat Kota Tangerang. 

Hal ini diwujudkan melalui renovasi tiga masjid yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir oleh Tim Peduli Aceh–Sumatera agar kembali dapat digunakan warga untuk beribadah.

Tiga rumah ibadah yang direnovasi berada di wilayah Aceh Tamiang dan Pidie Jaya, yakni Masjid Babulfalah, Masjid At-Taqwa, serta Masjid Madinah Japakeh. 

Ketiganya diresmikan kembali pada Rabu, 6 Msi 2026, setelah proses renovasi selesai dilakukan.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian warga Kota Tangerang terhadap masyarakat Aceh yang terdampak bencana.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kehidupan masyarakat. Karena itu, ketika masjid kembali berdiri dan kembali digunakan, maka semangat masyarakat untuk bangkit juga ikut tumbuh. Semoga bantuan ini menjadi penguat ukhuwah dan membawa manfaat bagi masyarakat Aceh,” ujar Sachrudin dalam keterangannya, Kamis, 7 Mei 2026.

Program renovasi itu merupakan bagian dari gerakan bersama yang melibatkan berbagai unsur di Kota Tangerang, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, MUI, BAZNAS, hingga komunitas sosial dan lembaga kemanusiaan.

Meski baru diresmikan bulan ini, perbaikan bangunan masjid sebenarnya telah selesai sebelum Ramadan. 

Warga setempat bahkan sudah kembali memanfaatkan masjid untuk pelaksanaan ibadah selama bulan puasa hingga Salat Idulfitri.

Ketua Tim Peduli Aceh–Sumatera Ika Lestari mengatakan, fokus utama bantuan bukan hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas masyarakat yang sempat terhenti akibat banjir.

Menurutnya, keberadaan masjid memiliki peran penting dalam kehidupan sosial warga, terutama setelah bencana melanda kawasan permukiman.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Moh. Jali menceritakan kondisi masjid usai diterjang banjir sempat dipenuhi lumpur dengan kerusakan cukup berat sehingga warga kesulitan melakukan perbaikan secara mandiri.

“Waktu kejadian banjir, kondisi masjid sangat parah. Untuk masuk saja rasanya berat karena kerusakan begitu besar. Lumpur menimbun masjid sampai sekitar satu meter dan kami tidak tahu harus mulai renovasi dari mana,” ujarnya.

Warga lainnya, Syuaibun Anwar menilai bantuan tersebut memberi dampak besar bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh.

”Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” ujarnya.

Selain peresmian masjid, rombongan Tim Peduli turut melihat langsung kondisi warga penyintas yang hingga kini masih berupaya memulihkan kehidupan mereka. 

Sejumlah kebutuhan seperti tempat tinggal, pendidikan hingga pemulihan pesantren dan madrasah masih menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat setempat.

Bendahara Tim Peduli sekaligus Ketua Yayasan Daarul Qur’an Nusantara Anwar Sani menyebut musibah banjir justru mempertemukan banyak pihak untuk saling membantu dan memperkuat solidaritas antar daerah.

”Tanpa adanya bencana ini, mungkin kami tidak sampai ke sini dan tidak bertemu langsung dengan masyarakat Aceh. Musibah ini mempertemukan banyak hati untuk saling peduli dan membantu,” ungkapnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto menegaskan bantuan yang diberikan merupakan bentuk dukungan moral masyarakat Kota Tangerang bagi warga Aceh agar dapat bangkit dari dampak bencana.

”Bantuan ini mungkin belum seberapa dibanding kebutuhan masyarakat, tetapi inilah bentuk cinta dan kepedulian masyarakat Kota Tangerang untuk saudara-saudara kami di Aceh,” katanya.

 

Tags Bansos Bantuan Kemanusiaan Bantuan Sosial Tunai Informasi Bencana