Kamis, 16 Juli 2026

Dorong Siswa Tembus Pasar Kerja, SMK Budi Luhur Tangerang Gandeng Kemenekraf Perkuat Ekosistem Kreatif

Pihak SMK Budi Luhur melakukan kunjungan kerja dan audiensi ke Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Jakarta, Rabu 15 Juli 2026.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-SMK Budi Luhur melakukan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kreatif nasional dengan melakukan kunjungan kerja dan audiensi ke Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Jakarta, Rabu 15 Juli 2026.

Pertemuan ini bertujuan untuk memetakan kolaborasi dalam mencetak bibit-bibit unggul atau talent champion yang siap menghadapi tantangan industri kreatif masa depan.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi SMK Budi Luhur diterima langsung oleh Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi, bersama Direktur Film, Animasi dan Video, Doni Setiawan, serta Direktur TV dan Radio, Radi Manggala.

Diskusi difokuskan pada pengembangan program Bluvocation Creative Festival (BCF), sebuah ajang tahunan berbasis proyek kewirausahaan yang menjadi wadah bagi siswa jurusan Broadcast, Animasi, dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) untuk memamerkan karya orisinal mereka.

Melalui BCF, para siswa didorong untuk tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang kompetitif.

Kepala Sekolah SMK Budi Luhur Joko Waluyo menekankan kunjungan ini merupakan upaya menjembatani karya inovatif siswa dengan pemangku kepentingan tingkat nasional.

"Siswa-siswi kami mampu menghasilkan karya film yang layak tayang di bioskop. Melalui audiensi ini, kami meminta dukungan dan pengakuan atas karya-karya tersebut agar mereka semakin percaya diri bersaing dengan talenta di tingkat pendidikan tinggi maupun praktisi ahli," ujar Joko dikutip Kamis 16 Juli 2026.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi menegaskan pendidikan vokasi merupakan pilar krusial dalam pembangunan ekosistem kreatif.

Pihaknya menyatakan komitmen penuh Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mendukung pelaksanaan BCF.

"Kami ingin memastikan karya-karya siswa mendapatkan apresiasi dan pengakuan profesional. Portofolio yang dibangun melalui festival ini adalah modal berharga bagi mereka untuk menembus pasar kerja atau bahkan merintis startup kreatif mereka sendiri," jelas Cecep.

Program BCF sendiri dirancang sebagai ekosistem kolaboratif yang mempertemukan dunia pendidikan dengan berbagai asosiasi, komunitas, kreator, serta filmmaker profesional.

Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan alur regenerasi talenta kreatif yang lebih terukur, sehingga lulusan SMK Budi Luhur memiliki nilai tambah (value) yang signifikan di mata industri.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat, SMK Budi Luhur optimistis bahwa kegiatan belajar berbasis proyek ini akan menjadi prototipe bagi sekolah vokasi lain, dalam melahirkan inovator muda yang mampu berkontribusi langsung bagi ekonomi kreatif Indonesia.

Tags