Kamis, 6 Agustus 2026

Batuceper, Neglasari, Cipondoh Paling Rawan Kekeringan dan Kebakaran saat Kemarau

BPBD Banten menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan guna menghadapi musim kemarau yang diprediksi masih akan berlangsung hingga September 2026 mendatang.

Berdasarkan hasil kajian hidrometeorologi, pemantauan dan pengawasan ketat kini difokuskan pada sejumlah wilayah di Kota Tangerang yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi terhadap ancaman kekeringan maupun risiko kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menyatakan bahwa strategi ini dirancang agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.

Guna memaksimalkan pengawasan tersebut, wilayah Kota Tangerang secara resmi telah dibagi kedalam tiga zona siaga darurat kemarau.

Berdasarkan pemetaan mitigasi tersebut, wilayah yang paling diawasi dan menjadi perhatian utama atau Zona Pertama mencakup Kecamatan Batuceper, Kecamatan Neglasari, dan Kecamatan Cipondoh.

Ketiga wilayah ini dinilai memiliki tingkat kerawanan tertinggi sehingga pemantauan ketersediaan air bersih serta potensi kebakaran dilakukan secara berkala.

"Sementara Zona kedua mencakup Kecamatan Jatiuwung dan Cibodas. Adapun Zona ketiga meliputi Kecamatan Pinang, Ciledug dan Karang Tengah,” papar Mahdiar dikutip Kamis 6 Agustus 2026.

 

Kesiapsiagaan Lintas Sektor dan Infrastruktur Air Bersih

Selain memperketat pengawasan di zona rawan, Pemkot Tangerang juga telah mengonsolidasikan berbagai instansi terkait untuk menyiagakan sarana dan prasarana pendukung.

Unsur TNI melalui jajaran Koramil telah menyiapkan delapan unit mobil tangki air bersih yang siap didistribusikan kepada warga apabila terjadi krisis air bersih.

Di sisi lain, Polres Metro Tangerang Kota menyiagakan sebanyak 95 personel di seluruh polsek jajaran beserta kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC) untuk membantu penanggulangan potensi kebakaran di permukiman.

Dari sektor pelayanan air bersih, Perumda Tirta Benteng memastikan bahwa pasokan air bagi masyarakat masih berada dalam kondisi aman.

"Meskipun debit air baku di Sungai Cisadane yang menjadi sumber utama 99 persen pasokan air mengalami penurunan sekitar lima persen akibat kemarau, kualitas dan ketersediaannya dipastikan masih mencukupi kebutuhan pelanggan," kata Mahdiar.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang turut mendukung kesiapan infrastruktur darurat dengan menyiagakan 30 unit tandon air bersih, serta memastikan jaringan hydrant di berbagai titik strategis dan fasilitas umum berfungsi secara optimal.

Langkah mitigasi terpadu ini merespons analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi Kota Tangerang masih berada dalam periode musim kemarau bercurah hujan rendah akibat pengaruh fenomena El Nino, sehingga partisipasi aktif dan kewaspadaan masyarakat diimbau untuk terus ditingkatkan.

Tags