Kamis, 13 Agustus 2026

Asal-usul Kampung Sewan Neglasari, Berawal dari Penyebutan Steven hingga Nama Rumah Sakit

Gedung IGD Rumah Sakit Kusta (RSK) Sitanala, Kota Tangerang.(@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com- Perkembangan kawasan Neglasari, Kota Tangerang, tidak dapat dipisahkan dari sejarah Kampung Sewan dan Kelurahan Karangsari. 

Dalam buku “Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang” karya Burhanudin, kawasan tersebut tercatat sebagai lokasi berdirinya Rumah Sakit Sewan pada 1951 yang kini dikenal sebagai RS Dr. Sitanala.

Secara administratif, Karangsari merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Neglasari. Sebelumnya, wilayah tersebut berada di bawah Kecamatan Batuceper sebelum terjadi pemekaran.

"Adapun Kecamatan Batuceper dimekarkan menjadi dua, yaitu Batuceper dan Kecamatan Neglasari," tulis Burhanudin dalam bukunya.

Asal nama Karangsari diduga berkaitan dengan kondisi wilayah yang memiliki batuan keras dan dilintasi anak Sungai Cisadane. 

Kontur batu yang menyerupai batu karang kemudian disebut menjadi asal nama Karangsari. Kata “sari” yang ditambahkan setelah “karang” menunjukkan wilayah tersebut merupakan inti kampung, tempat karang berada.

Di Kelurahan Karangsari terdapat Kampung Sewan. Keberadaan kampung tersebut salah satunya tercatat melalui pendirian Rumah Sakit Sewan. Namun, nama Sewan sendiri telah dikenal sebelum rumah sakit tersebut berdiri.

"Departemen Kesehatan RI mendirikan Rumah Sakit Sewan yang merupakan pemindahan dari Leprasarium Lenteng Agung. Sewan terletak di Desa Karangsari. Kampung Sewan Tangerang dengan luas lebih kurang 54 hektare. Pada 28 Juli 1951 Rumah Sakit Sewan diresmikan oleh Ny. Rahmi Hatta selaku Ibu Wakil Presiden RI Pertama," tulis Burhanudin.

Jahiri, salah satu narasumber dalam buku tersebut, menyebut Kampung Sewan di Desa Karangsari telah ada sejak zaman Belanda. 

Nama kampung tersebut kemudian semakin dikenal setelah Rumah Sakit Sewan diresmikan pada 28 Juli 1951.

Rumah sakit tersebut merupakan lembaga pemulihan lepra yang dipindahkan dari Lenteng Agung, Jakarta.

Pada 1962, nama Rumah Sakit Sewan kemudian berubah menjadi Pusat Rehabilitasi Sitanala. 

Perubahan nama tersebut dilakukan untuk mengenang jasa dr. JB. Sitanala, dokter yang dikenal sebagai salah satu pelopor penanganan penyakit kusta di Indonesia.

"Pada tahun 1962, Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. Satrio resmi mengubah nama Rumah Sakit Sewan menjadi Pusat Rehabilitasi Sitanala. Perubahan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dr. JB. Sitanala, pelopor dokter pertama di Indonesia yang menangani pasien kusta," paparnya.

Jahiri juga menyampaikan cerita mengenai asal nama Sewan. Menurutnya, pada masa lalu banyak orang di kawasan tersebut yang bisa disewa sehingga wilayah itu disebut Sewan. Ia juga menyebut Neglasari pada zaman kolonial merupakan wilayah milik tuan tanah kompeni.

Sementara itu, narasumber lainnya, Harrys, 60, memiliki cerita berbeda mengenai asal nama Sewan. Menurutnya, nama tersebut berasal dari seorang kopral Belanda bernama Steven yang sering melewati kampung tersebut.

Karena sering terlihat di kampung, masyarakat kemudian memanggilnya Mr. Steven. Pada masa itu, tidak banyak orang yang bisa membaca sehingga penyebutan nama tersebut mengalami perubahan.

"Karena orang sedikit yang bisa membaca, tulisan Steven menjadi Stewen, dan lama kelamaan karena perbedaan dialek menjadi Sewan," kata Harrys.

Tags Rumah Sakit Tangerang sejarah Sejarah Desa Sejarah Tangerang