Senin, 14 September 2026

Bangunan Bagus Tapi Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Anyar Pilih Jualan di Luar

Kondisi di dalam Pasar Anyar Kota Tangerang sepi pembeli, Senin 11 September 2026.(TangerangNews / Alfiyyah Saaddi)

TANGERANGNES.com-Revitalisasi Pasar Anyar sudah rampung sejak 2025. Namun, suasana pasar belum seperti yang diharapkan. Sejumlah los masih belum dibuka, dan sebagian pedagang memilih tetap berjualan di luar bangunan.

Seorang pedagang baju Udin mengaku sudah menempati pasar sekitar satu tahun. Menurutnya pasar ini sudah menjalani tiga kali direnovasi. Meksi kondisinya kini telah lebih baik, namun membuat pembeli lebih ramai.

“Kalau untuk tokonya sudah bagus, tapi pengunjungnya masih sepi,” ujarnya, Senin 11 September 2026.

Ia mengaku kondisi pembeli justru makin sedikit. Meski begitu, pembeli yang datang kebanyakan merupakan pelanggan yang sudah berlangganan. 

Soal status kios, Udin menjelaskan saat ini masih menggunakan skema Hak Guna Pakai hingga akhir 2026.

Ia menjelaskan bahwa ada perpanjangan waktu tiga bulan, setelah itu akan beralih ke sewa. Namun, ia belum mendapat informasi soal besaran sewa.

“Belum ada dikasih tahu sewanya,” katanya.

Ia berharap Pasar Anyar kembali ramai. Ia juga mengajak masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya untuk belanja ke pasar yang kini lebih rapih.

“Semoga makin rame, pengunjungnya makin banyak. Masyarakat kalau belanja ke Pasar Anyar aja, kan tempatnya sudah bersih an rapih,” ujarnya.

Di sisi lain, Khoerudin, pedagang bumbu dapur dan kuli kupas bawang, memilih berjualan di luar bangunan pasar. 

Ia menyatakan sudah berjualan sejak 1985, ketika pasar belum berubah seperti sekarang.

“Dulu saya jualan di dalam, terus pindah ke luar. Alasannya sama di dalam enggak ada pengunjung, di luar juga enggak ada pengunjung,” ujarnya.

Khoerudin menyatakan kendala utama bukan soal tempat melainkan minimnya pembeli.

“Habis di luar saja sepi, apalagi di dalam. Pengunjungnya enggak ada. Yang ada duit saya habis, hutang gede,” keluhnya.

Ia menyebut masih memiliki stok dagangan seperti laos sebanyak 15 kilogram dan kunyit 15 kilogram. Namun, ia ragu kembali berjualan di dalam pasar. 

Di luar, menurutnya, pembeli merasa lebih praktis dan dekat untuk berbelanja.

“Pengunjung enggak ada yang mau ke dalam. Orang pengennya ke jalan, belanja nangkring dari motor,” kata dia.

Selama ini, pedagang yang menanggung risiko sepinya pasar. Mereka berjualan di luar karena menganggap pasar di dalam tidak menjanjikan pembeli. 

Jika pemerintah ingin mereka masuk, perlu jaminan bahwa pasar baru bukan hanya bagus secara bangunan, tetapi juga hidup secara ekonomi.

Meski begitu, Khoerudin menilai pengelola pasar sudah baik dalam memberi arahan dan bantuan, kondisi pasar juga sudah sangat bagus. Harapannya sederhana, Ia hanya ingin pengunjung kembali datang.

“Untuk pasarnya semua bagus, pengelolanya bagus, pengurusnya bagus. Harapan saya ya pengunjungnya ada rame,” ujarnya. (Reporter: Alfiyyah Saaddi)

Tags