Selasa, 22 September 2026

Pesan Rektor UMT untuk Lulusan FISIP 2026: Jangan Berhenti Belajar Setelah Pegang Ijazah

Yudisium FISIP UMT Tahun 2026 yang digelar di Hotel Narita, Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu 20 September 2026.(TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Dr. Warsito, M.Si., meminta para lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Pesan tersebut disampaikan Warsito saat menghadiri Yudisium FISIP UMT Tahun 2026 yang digelar di Hotel Narita, Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu 20 September 2026.

Sebanyak 363 mahasiswa mengikuti yudisium tersebut, terdiri atas 292 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan 71 mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan.

Dalam arahannya, Warsito menyoroti perubahan zaman yang berlangsung semakin cepat, terutama perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang mulai mengubah berbagai sektor kehidupan dan dunia kerja.

Menurutnya, gelar akademik dan ijazah tidak boleh menjadi akhir dari proses belajar. Justru setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, lulusan dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perubahan zaman.

“Kalau hanya puas dengan ijazah, berarti selesai sudah proses belajar. Padahal, belajar tidak hanya berlangsung di kampus,” ujar Warsito di hadapan para peserta yudisium.

Ia menilai kemampuan beradaptasi menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki lulusan ketika memasuki dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat.

Perkembangan AI, kata dia, harus dihadapi dengan kesiapan untuk terus belajar, bukan dengan berhenti pada pengetahuan yang telah diperoleh selama kuliah.

Selain kompetensi akademik, Warsito mengingatkan lulusan FISIP UMT untuk tetap menjaga akhlak dan karakter dalam menjalani kehidupan setelah lulus.

Menurutnya, kemampuan intelektual perlu berjalan beriringan dengan hati dan nilai moral. Seorang sarjana tidak hanya dituntut mampu berpikir dan bekerja secara profesional, tetapi juga harus memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Jangan hanya mengandalkan otak, tetapi gunakan juga hati,” pesannya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama berada di UMT tidak hanya digunakan untuk mencapai keberhasilan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain.

Dalam kesempatan tersebut, Warsito juga mengingatkan para lulusan untuk tidak melupakan orang-orang yang telah memberikan dukungan selama perjalanan pendidikan.

Orang tua, dosen, dan tenaga kependidikan disebut memiliki peran penting dalam mengantarkan mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Bagi lulusan yang telah berkeluarga, ia juga berpesan agar senantiasa meminta doa dan dukungan dari pasangan dalam menjalani kehidupan setelah menyandang gelar akademik.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang lulusan tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan dukungan keluarga dan lingkungan akademik.

Warsito juga mendorong lulusan FISIP UMT agar tidak menjadi pribadi yang pasif ketika memasuki dunia kerja dan masyarakat. Ia meminta para alumni mampu menciptakan nilai dan memberikan manfaat di mana pun mereka berada.

“Jangan menjadi benalu, tetapi menjadi inovator. Di mana pun berada, harus bisa menerangi,” tegasnya.

Menurutnya, gelar akademik merupakan bekal untuk memasuki fase kehidupan berikutnya. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana ilmu, kompetensi, dan karakter yang diperoleh selama kuliah dapat diterapkan untuk menjawab persoalan di tengah masyarakat.

Yudisium FISIP UMT Tahun 2026 pun menjadi penanda dimulainya perjalanan baru bagi 363 lulusan. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan mampu membawa nama baik almamater, terus mengembangkan diri, serta berkontribusi melalui ilmu dan kompetensi yang dimiliki.

Di tengah perubahan teknologi dan hadirnya era AI, para lulusan FISIP UMT diharapkan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial untuk menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.

Tags Berita Kota Tangerang Kampus Tangerang Kota Tangerang Perguruan Tinggi Swasta Rektor UMT UMT Universitas Muhamadiyah Tangerang