TANGERANGNEWS.com – Wali Kota Tangerang Sachrudin menyerahkan bonus dengan total nilai sebesar Rp8,032 miliar kepada atlet pelajar yang berhasil meraih medali pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Banten.
Penyerahan bonus berlangsung di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis 15 Oktober 2026.
Bonus tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kota Tangerang atas prestasi kontingen yang berhasil mempertahankan gelar juara umum Popda Banten.
Sachrudin mengatakan, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan atlet pelajar, pelatih, dan seluruh tim yang telah membawa nama Kota Tangerang di tingkat Provinsi Banten.
“Ini bentuk penghargaan kita kepada patriot olahraga Kota Tangerang. Peraih emas tunggal bonusnya Rp 25 juta,” ujar Sachrudin.
Ia menyampaikan terima kasih kepada para atlet dan pelatih yang telah berjuang hingga Kota Tangerang kembali meraih juara umum Popda Banten.
Menurutnya, pemberian bonus diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan, disiplin berlatih, dan meraih prestasi yang lebih tinggi.
Sachrudin juga berharap dukungan pemerintah daerah dapat mendorong atlet pelajar Kota Tangerang untuk berprestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.
“Dengan perhatian Pemkot Tangerang, kita berharap mereka terus termotivasi untuk berlatih dan menjadi juara,” katanya.
Dalam ajang Popda Banten tersebut, kontingen Kota Tangerang berhasil mengoleksi 265 medali, terdiri dari 106 emas, 75 perak, dan 84 perunggu.
Adapun besaran bonus yang diberikan kepada atlet peraih medali emas tunggal sebesar Rp25 juta, medali perak Rp10 juta, dan medali perunggu Rp7,5 juta.
Namun untuk periah medali yang beregu, nilainya berbeda-beda. Tergantung dari jumlah atlet
Penghargaan juga diberikan kepada pelatih, asisten pelatih, manajer, dan ofisial yang mendukung perjuangan kontingen.
Atlet Peparpeda Juga Mendapat Bonus
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menambahkan, pemberian bonus tidak hanya ditujukan kepada atlet Popda, tetapi juga atlet Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda).
Menurut Kaonang, besaran bonus bagi atlet Peparpeda disamakan dengan atlet Popda sesuai dengan medali yang diraih. Kebijakan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kesetaraan kesempatan dan penghargaan bagi seluruh atlet.
“Kami tidak membedakan atlet Popda dengan atlet Peparpeda. Ini untuk kesetaraan,” kata Kaonang.
Pada Peparpeda, kontingen Kota Tangerang berhasil meraih 30 medali, terdiri dari 17 emas, 10 perak, dan tiga perunggu.
Kaonang juga menyoroti keberhasilan Kota Tangerang kembali meraih juara umum Popda meski penyelenggaraan berlangsung di Kota Cilegon.
Ia menyebut pencapaian tersebut menjadi pembuktian bahwa prestasi atlet Kota Tangerang tidak hanya bergantung pada status sebagai tuan rumah.
“Dulu kami tuan rumah juara umum, dan ini dapat kami buktikan. Walaupun di Kota Cilegon, kami bisa merebut kembali juara umum Popda,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut, kata Kaonang, diharapkan menjadi modal bagi atlet Kota Tangerang untuk menghadapi Porprov Banten di Kota Tangsel.