TANGERANGNEWS.com- RS Mandaya Royal Puri resmi meluncurkan Limfedema Center pada Sabtu, 17 Oktober 2026,bertepatan dengan momentum Breast Cancer Awareness Month atau Bulan Kesadaran Kanker Payudara.
Mengangkat tema “Lymphedema Awareness for Breast Cancer Patients & Survivors” peluncuran dihadiri sejumlah dokter spesialis RS Mandaya Royal Puri.
Diantaranya dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk, dokter spesialis bedah onkologi; dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K), dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dengan subspesialis bedah mikro dan onkoplasti; serta Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K), dokter spesialis onkologi radiasi.
Diskusi dalam kegiatan tersebut dipandu dr. Andre Sugiyono, Sp.KFR, dokter spesialis rehabilitasi medik.
Sejumlah penyintas kanker payudara dari komunitas Cancer Information & Support Center (CISC) Indonesia juga hadir untuk berbagi pengalaman mengenai limfedema setelah menjalani pengobatan kanker payudara.
Limfedema merupakan pembengkakan akibat penumpukan cairan getah bening ketika sistem limfatik tidak dapat mengalirkannya secara optimal.
Pada pasien kanker payudara, pembengkakan dapat terjadi pada lengan, tangan, payudara, dada, hingga ketiak, terutama di sisi tubuh yang mendapatkan pengobatan.
Salah satu penyebabnya berkaitan dengan pengangkatan kelenjar getah bening dalam operasi kanker payudara.
Tindakan tersebut dapat mengganggu jalur aliran cairan getah bening sehingga terjadi penumpukan di jaringan.
Limfedema Center Mandaya menyediakan sejumlah pilihan penanganan, termasuk Lymphaticovenular Anastomosis (LVA) atau bypass limfatik.
Prosedur bedah mikro tersebut menghubungkan pembuluh limfatik dengan pembuluh darah vena kecil untuk menciptakan jalur alternatif bagi aliran cairan getah bening.
Pilihan lainnya berupa transplantasi kelenjar getah bening dengan memindahkan kelenjar yang sehat dari bagian tubuh lain ke area yang mengalami limfedema.
Penanganan juga dapat dilakukan melalui rehabilitasi menggunakan alat kompresi serta manual lymph drainage (MLD), yakni teknik pijat khusus untuk membantu mengarahkan cairan getah bening ke jalur yang masih berfungsi. Layanan MLD di Mandaya dilakukan oleh fisioterapis tersertifikasi.
Public Relation Manager Mandaya Hospital Group Erwin Suyanto mengatakan, kehadiran Limfedema Center turut memperkuat layanan Pusat Kanker Payudara Mandaya yang bernama BRAVE.
"Ini tentunya menjadikan BRAVE sebagai pusat layanan kanker payudara yang sangat komprehensif. Baru-baru ini, kami juga menghadirkan teknologi HIFU guna menangani tumor payudara jinak (FAM) tanpa perlu ada sayatan atau operasi, bahkan tidak ada luka sama sekali," kata Erwin.
Untuk penanganan kanker payudara, prosedur lumpektomi maupun mastektomi di RS Mandaya Royal Puri ditangani dokter spesialis bedah onkologi, salah satunya dr. Abdul Rachman.
Sementara bypass limfatik dan transplantasi kelenjar getah bening dapat dilakukan oleh dr. Sara Ester Triatmoko dengan keahlian di bidang bedah mikro dan onkoplasti.
Limfedema Center juga melengkapi layanan Pusat Kanker Payudara Mandaya yang mencakup deteksi dini, diagnosis, pengobatan, hingga rekonstruksi payudara.
Berbagai pemeriksaan tersedia, seperti mamografi 2D dan 3D, USG payudara, Digital PET/CT Scan, serta Vacuum-Assisted Breast Biopsy (VABB).
Dalam pengobatan kanker payudara, Mandaya menyediakan sejumlah pilihan, mulai dari mastektomi dan lumpektomi endoskopi hingga radioterapi, kemoterapi, imunoterapi, terapi target, dan terapi hormon.
Layanan rekonstruksi payudara juga tersedia untuk membantu pemulihan bentuk payudara setelah operasi.
RS Mandaya Royal Puri turut menyediakan mastektomi yang dapat disertai Sentinel Lymph Node Biopsy (SLNB).
Prosedur ini dilakukan untuk memetakan kelenjar getah bening di sekitar payudara guna mengetahui kemungkinan penyebaran kanker ke kelenjar terdekat.
Dengan SLNB, dokter bedah onkologi dapat mengangkat kelenjar getah bening yang telah terpapar jaringan kanker secara lebih terarah.
Pengangkatan kelenjar yang lebih sedikit dapat menurunkan risiko terjadinya limfedema dibandingkan pengangkatan jaringan kelenjar getah bening secara lebih luas.
Selain itu, Mandaya Royal Puri memiliki teknologi High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) untuk menangani tumor payudara jinak tanpa sayatan.
Teknologi tersebut menggunakan gelombang suara berintensitas tinggi yang difokuskan pada jaringan target untuk menghancurkan tumor tanpa tindakan operasi.
Dengan peluncuran Limfedema Center, layanan kanker payudara di RS Mandaya Royal Puri mencakup penanganan komplikasi yang dapat muncul setelah pengobatan.
Layanan tersebut didukung tim multidisiplin dan berbagai pilihan terapi untuk mendampingi pasien dari tahap diagnosis, pengobatan, hingga perawatan lanjutan.