Minggu, 11 Januari 2026

1.000 Genset Dikirim, Warga Terdampak Banjir Aceh Teraliri Listrik Sementara

Tim gabungan Kementerian ESDM dan PLN menembus akses sungai pascabanjir untuk mengawal pendistribusian bantuan genset ke wilayah terisolir di Aceh. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Desa Pante Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, perlahan kembali teraliri listrik sementara melalui bantuan genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) menjadi sumber penerangan sementara sekaligus harapan bagi warga di wilayah terdampak. 

Sebelumnya, banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Aceh tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga memutus jaringan listrik, terutama di wilayah dengan akses yang sulit dijangkau. 

Hingga saat inj, masih terdapat desa-desa yang terisolasi karena kondisi jalan yang belum pulih sepenuhnya, sehingga menyulitkan pengangkutan material dan peralatan PLN.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan 1.000 unit genset sebagai solusi sementara agar masyarakat tetap memiliki akses listrik untuk kebutuhan dasar. 

Di Desa Pante Peusangan, kehadiran genset disambut haru oleh warga. Nirwa, salah satu warga setempat, tak kuasa menahan tangis saat genset mulai dinyalakan dan menerangi desanya.

“Alhamdulillah. Kami senang sekali. Terima kasih kepada Bapak Menteri ESDM dan PLN. Kami sangat senang menerima bantuan (genset) ini,” ucapnya.

Serupa, Muhammad Lidan, pengurus Musala Dusun Tanoh Rata mengungkapkan, sebelum adanya genset, aktivitas ibadah warga pada malam hari berjalan sangat terbatas karena minim penerangan.

“Semenjak ada masuk genset ini, alhamdulillah segala urusan (ibadah) bisa kita selesaikan. Lainnya adalah terkait penyebaran informasi, semuanya sudah terlaksana. Dan sekali lagi kami sebagai masyarakat sangat, sangat banyak berterima kasih,” ujarnya.

Kepala Desa Pante Peusangan Samsudin menjelaskan, genset saat ini menjadi penopang utama aktivitas warga sambil menunggu pemulihan jaringan listrik PLN secara permanen.

“Dengan adanya genset ini, masyarakat tetap mendapat penerangan sementara, sebelum jaringan instalasi listrik PLN dapat diselesaikan. Atas nama pemerintah desa dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM, PLN, dan semua pihak yang telah membantu,” katanya.

Di sisi lain, bantuan genset juga dirasakan warga Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. 

Kepala Desa Riseh Tunong Abdurrahman mengatakan, bantuan genset sangat membantu masyarakat di wilayah yang masih terisolasi dan belum sepenuhnya terjangkau jaringan listrik.

“Genset ini kami manfaatkan untuk penerangan fasilitas umum, masjid, pesantren, hingga lokasi pengungsian. Alhamdulillah, sekarang penerangan bisa menyala dan masyarakat merasa lebih aman,” jelasnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan, secara sistem, kelistrikan di Aceh telah kembali terhubung. Namun, ia mengak masih terkendali pada jaringan distribusi, terutama di wilayah dengan akses terbatas serta infrastruktur yang rusak atau masih tergenang air.

“Atas arahan Bapak Presiden, kami bersama PLN mengoptimalkan kekuatan negara dengan menyalurkan 1.000 unit genset sebagai solusi sementara bagi masyarakat,” ujar Bahlil saat pelepasan bantuan genset di Jakarta, Sabtu, 27 Desember 2025, lalu.

Menurut Bahlil, bantuan tersebut difokuskan ke wilayah yang paling terdampak, di antaranya Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan daerah lain di Aceh.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menambahkan, pemulihan jaringan distribusi listrik di wilayah terdampak bencana menjadi prioritas utama, meski dihadapkan pada tantangan medan dan akses yang tidak mudah.

“Pemulihan infrastruktur kelistrikan di wilayah terdampak bencana menjadi prioritas utama PLN. Sejak awal kami bergerak bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses listrik, baik melalui pemulihan jaringan maupun penyediaan sumber listrik sementara,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, yang terjun langsung mengawal pendistribusian genset ke lapangan. 

Kata dia, PLN terus berkoordinasi lintas sektor untuk memulihkan jaringan distribusi, sembari memastikan warga di wilayah terisolasi tetap mendapat akses listrik.

“Bantuan genset dari Kementerian ESDM hadir sebagai jembatan sementara agar aktivitas warga, ibadah, layanan sosial, hingga komunikasi tetap berjalan,” ujarnya.

Tags Kelistrikan Nasional Korban Banjir PT PLN Persero