TANGERANGNEWS.com- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat struktur tenaga kerja di Indonesia hingga November 2025 masih didominasi oleh penduduk bekerja dengan tingkat pendidikan dasar.
Dari total 147,91 juta orang yang bekerja, lebih dari separuh merupakan lulusan SD ke bawah hingga SMP.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional November 2025, jumlah penduduk bekerja dengan pendidikan terakhir SD ke bawah mencapai 51,22 juta orang atau 34,63 persen.
Sementara itu, lulusan SMP tercatat sebanyak 25,60 juta orang atau setara 17,31 persen. Jika digabungkan, kedua kelompok pendidikan tersebut mencakup 51,94 persen dari total tenaga kerja nasional.
Kepala BPS Amalia Adhininggar Widyasanti mengatakan, meskipun porsinya masih paling besar, proporsi pekerja lulusan SD ke bawah menunjukkan penurunan tipis dibandingkan Agustus 2025.
“34,63% penduduk bekerja adalah pendidikan SD ke bawah,” kata Amalia dikutip dari CNBC Indonesia
Data BPS menunjukkan, pada Agustus 2025 proporsi pekerja lulusan SD ke bawah masih berada di angka 34,75 persen.
Sebaliknya, pekerja lulusan SMP justru mengalami kenaikan dari 17,11 persen pada Agustus 2025 menjadi 17,31 persen pada November 2025.
Sementara itu, jumlah pekerja dengan pendidikan terakhir SMA tercatat sebanyak 31,05 juta orang atau 20,99 persen. Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan Agustus 2025 yang masih berada di level 21,19 persen.
Berbeda dengan SMA, lulusan SMK justru mengalami peningkatan proporsi dari 13,89 persen menjadi 14,06 persen, dengan jumlah pekerja mencapai 20,80 juta orang.
“Jika dibanding Agustus 2025, proporsi pekerja dengan pendidikan SMP dan SMK ini mengalami peningkatan,” tegas Amalia.
Di sisi lain, kelompok pekerja berpendidikan diploma dan perguruan tinggi cenderung mengalami penurunan.
Lulusan Diploma I, II, dan III turun dari 2,22 persen pada Agustus 2025 menjadi 2,20 persen atau sekitar 3,26 juta orang.
Penurunan juga terjadi pada lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 yang porsinya bergeser dari 10,84 persen menjadi 10,81 persen, dengan jumlah total 15,98 juta orang.