Jumat, 20 Maret 2026

Imbau Pemudik Jangan Panik, Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM Aman 28 Hari Ke Depan

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung saat meninjau kesiapan pasokan energi di Rest Area KM 379A Batang, Jawa Tengah, Rabu, 18 Maret 2026, lalu.(@TangerangNews / Fahrul Dwi Putra)

TANGERANGNEWS.com- Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik dalam kondisi aman menjelang Idulfitri 2026. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung saat meninjau kesiapan pasokan energi di Rest Area KM 379A Batang, Jawa Tengah, Rabu, 18 Maret 2026, lalu.

Dalam peninjauan tersebut, Yuliot meminta masyarakat tidak khawatir menghadapi kebutuhan mudik Lebaran. Sebab, stok BBM nasional saat ini masih sangat aman, dengan cadangan mencapai 28 hari.

“Jadi, untuk ketersediaan BBM, cadang mnimal itu justru jauh sudah terlewati. Masyarakat bisa dengan aman menikmati mudik lebaran 2026 ini,” kata Yuliot.

Menurutnya, cadangan BBM nasional saat ini berada di kisaran 27 hingga 28 hari. Angka tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama arus mudik dan libur Lebaran, sehingga warga diminta tidak melakukan pembelian berlebihan.

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan pasokan energi untuk sektor transportasi masih dalam keadaan terkendali. Karena itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak perlu panic buying di SPBU.

Selain itu, Yuliot juga memastikan belum ada kebijakan pembatasan pembelian BBM, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Dengan demikian, masyarakat tetap bisa memperoleh BBM sesuai kebutuhan selama periode mudik dan hari raya.

“Kita belum ada pembatasan. Itu baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, juga oleh pemerintah daerah,” jelas Yuliot.

Meski pasokan dalam kondisi aman, ia tetap meminta masyarakat menjaga ketertiban saat mengisi BBM, terutama jika terjadi antrean di SPBU yang dilalui para pemudik.

”Jadi, untuk masyarakat yang mengantre di SPBU, tolong bersabar, jangan ada kericuhan. Tentu kita melayani secepat mungkin,” ungkapnya.

Tak hanya soal BBM, Yuliot juga memastikan pasokan listrik menjelang Lebaran berada dalam kondisi stabil. 

Ia menyebut daya mampu sistem kelistrikan saat ini mencapai 52 gigawatt, sementara beban puncak yang terpakai masih jauh di bawah kapasitas tersebut.

Dengan kondisi itu, pemerintah mencatat masih tersedia cadangan daya atau risk margin sekitar 48 persen. Cadangan ini dinilai cukup untuk menjaga keandalan listrik selama masa mudik dan libur Idulfitri.

“Jadi, kita memiliki cadangan atau risk margin sekitar 48 persen. Jadi, masyarakat yang perlu khawatir,” jelasnya.

Lanjut Yuliot, pemerintah terus menjaga pasokan energi agar tetap aman di seluruh Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke. 

Ketersediaan BBM dan listrik, kata dia, menjadi perhatian utama pemerintah karena berhubungan langsung dengan kelancaran perjalanan mudik dan aktivitas masyarakat saat merayakan Lebaran.

“Jadi, kita mengharapkan ketersediaan BBM bagi masyarakat itu bisa terpenuhi dari Sabang sampai dengan Merauke, bagi masyarakat yang merayakan Idulfidri. Ini kita bekerja keras untuk menjaga ketersediaan energi,” pungkasnya.

Tags BBM Nonsubsidi BBM Subsidi Energi Baru Terbarukan Mudik Lebaran 2026 PT Pertamina Patra Niaga