Selasa, 24 Maret 2026

Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padat, Pemudik Diminta Hindari 24 Maret

Arus kendaran mudik di tol yang dikelola PT Jasa Marga.(@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Puncak arus balik Lebaran 2026 mulai diprediksi mulai pada Selasa, 24 Maret 2026. Tanda-tanda lonjakan kendaraan menuju Jakarta sudah terlihat sejak sehari sebelumnya. 

Belasan ribu kendaraan dari arah Timur Trans Jawa mulai bergerak masuk ke jalur tol menuju Jabodetabek.

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memperkirakan sekitar 285 ribu kendaraan akan kembali ke wilayah Jabodetabek melalui jaringan tol Trans Jawa mulai 24 Maret. 

Angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa arus balik tahun ini berpotensi mengalami kepadatan tinggi dalam waktu singkat.

Berdasarkan data lalu lintas pada Shift 1 tanggal 23 Maret 2026, tercatat sebanyak 12.624 kendaraan melintas dari arah Timur Trans Jawa menuju Jakarta melalui Gerbang Tol Cikampek Utama. 

Jumlah ini meningkat hampir 50 persen dibandingkan kondisi normal yang biasanya hanya sekitar 8.442 kendaraan.

Lonjakan itu menjadi sinyal awal bahwa arus balik sudah mulai bergerak sebelum puncaknya benar-benar terjadi. 

Karena itu, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan operator jalan tol maupun kepolisian agar kepadatan tidak menumpuk di satu titik.

Di Gerbang Tol Cikampek Utama, PT Jasamarga Transjawa Tol mengoperasikan 22 gardu tol khusus untuk melayani kendaraan yang mengarah ke Jakarta. 

Selain itu, akses tambahan melalui GT Cikampek Utama 8 juga disiapkan untuk membantu memperlancar distribusi arus kendaraan.

Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar arus kendaraan bisa lebih tersebar dan antrean di gerbang tol dapat ditekan.

"Langkah ini diharapkan dapat mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata serta meminimalkan potensi antrean di gerbang tol," imbuh dikutip dari detikcom, Selasa, 24 Maret 2026.

Di sisi lain, Korlantas Polri juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk menghadapi lonjakan arus balik. Salah satu skema yang disiapkan adalah penerapan sistem one way yang direncanakan dimulai dari Gerbang Tol Kalikangkung, dengan mempertimbangkan kondisi volume kendaraan di lapangan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak kembali ke Jakarta secara bersamaan pada hari puncak arus balik. 

Salah satu solusi yang didorong adalah memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang telah diberikan oleh banyak instansi maupun perusahaan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan mengimbau pemudik memaksimalkan fleksibilitas waktu kerja agar kepadatan kendaraan bisa tersebar dalam beberapa hari, bukan terkonsentrasi pada 24 Maret.

"Kami imbau masyarakat untuk bisa memanfaatkan waktu WFA yang diberikan agar bisa kembali pada tanggal 25, 26 atau 27 Maret," kata Aan Suhanan.

Selain soal jadwal perjalanan, pemerintah juga menyoroti penggunaan rest area yang berpotensi memicu antrean panjang saat arus balik padat.

Pemudik diminta menggunakan area istirahat secara bijak dan tidak terlalu lama agar bisa bergantian dengan pengguna jalan lainnya.

Aan mengingatkan, waktu berhenti di rest area sebaiknya dibatasi maksimal 30 menit. Jika rest area di dalam tol penuh, pemudik juga disarankan memanfaatkan tempat istirahat yang berada di luar ruas tol.

"Kami juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan rest area sebaik-baiknya. Maksimalkan waktu 30 menit supaya bisa bergantian dengan yang lainnya atau maksimalkan tempat istirahat yang juga berada di luar jalur tol," tambah Aan. 

Tags Lebaran 2026 Mudik Lebaran 2026 Mudik Tangerang