Jumat, 3 April 2026

Gelontorkan Rp5 T, Bulog Siapkan Gudang Pangan Baru 

Persediaan beras bulog di Kota Tangerang(@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Perum Bulog melakukan transformasi di sektor pengolahan dan penyimpanan pangan dengan menyiapkan modernisasi fasilitas pascapanen di berbagai daerah.

Hal ini tak hanya berfokus pada pembangunan gudang, tetapi juga mencakup penerapan mekanisasi dan otomatisasi di fasilitas pengolahan beras yang ditargetkan mampu mendekati standar industri swasta.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, modernisasi teknologi sudah mulai diterapkan di sejumlah sentra produksi pengolahan beras yang dikelola Bulog.

"Seperti nggak kalah dengan pabriknya Wilmar lah. Sehingga kita juga akan menuju ke arah seperti itu. Sehingga kemarin juga kami belajar bertransformasi teknologi, harapannya punya-nya negara juga nggak kalah dengan punya-punya swasta," kata Rizal saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu, 1 April 2026.

Modernisasi tersebut menjadi bagian dari proyek besar Bulog untuk memperkuat infrastruktur pascapanen secara nasional. 

Dalam rencana itu, Bulog menyiapkan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk pembangunan 100 unit gudang baru di berbagai wilayah.

Dari total nilai investasi tersebut, sekitar Rp4,4 triliun akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur utama. 

Sementara sisanya, sekitar Rp560 miliar, disiapkan untuk mendukung mekanisasi, otomatisasi, serta penguatan sistem teknologi informasi.

Bulog juga menyebut kapasitas fasilitas yang akan dibangun bervariasi, mulai dari skala kecil hingga besar, menyesuaikan kebutuhan di masing-masing daerah.

"Yang paling kecil kapasitasnya 1.000 ton. Kemudian yang paling besar 3.500 ton dan untuk lokasinya berada di 92 kabupaten," ungkap dia.

Selain gudang, Bulog juga akan menambah fasilitas penyimpanan lain berupa silo untuk komoditas tertentu. 

Infrastruktur tambahan ini disiapkan untuk meningkatkan ketahanan simpan hasil panen, terutama gabah dan jagung.

Dalam rencana pembangunan tersebut, Bulog akan membangun 94 unit gudang, 6 unit silo gabah, dan 8 unit silo jagung.

"Dalam proses nanti kami bangun, kami ya untuk sarana penyimpanan gudang, kami gudang 94 unit, silo gabah 6 unit, silo jagung 8 unit," jelasnya.

Rizal menjelaskan, model pembangunan fasilitas akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Untuk daerah kepulauan yang tidak menjadi sentra produksi, gudang lebih diarahkan sebagai tempat penyimpanan logistik.

Sementara itu, di wilayah yang menjadi sentra produksi pangan, fasilitas akan dilengkapi dengan sarana pascapanen yang lebih lengkap, seperti pengering, rice milling unit (RMU), hingga pengemasan, agar rantai distribusi dan kualitas komoditas dapat terjaga lebih baik.

Sebelum pembangunan dimulai, Bulog memastikan seluruh titik lokasi telah melalui kajian teknis, termasuk pemeriksaan kondisi tanah dan kemiringan lahan untuk memastikan kelayakan operasional jangka panjang.

"Kemudian juga kondisi kemiringan tanah. Kemiringan tanah juga harus maksimal 3 sampai 5 derajat," pungkas Rizal.

Tags Bulog Banten Bulog Tangerang Gudang Beras Kebutuhan pangan