Senin, 20 April 2026

Pertamina Evaluasi Soal Kenaikan Harga Pertamax dan Pertamax Green 

Ilustrasi BBM di SPBU Pertamina.(@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- PT Pertamina Patra Niaga menyatakan masih melakukan evaluasi terkait kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan, hingga saat ini keputusan terkait dua produk tersebut belum ditetapkan.

"Masih dalam evaluasi," ujar Roberth di Jakarta, Minggu,19 April 2026, dikutip dari CNN Indonesia. 

Sebelumnya, Pertamina telah lebih dulu menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi lainnya mulai 18 April 2026. Penyesuaian ini berlaku untuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Roberth menjelaskan, perubahan harga tersebut telah melalui proses koordinasi serta mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Dalam kebijakan terbaru, harga Pertamax Turbo naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter.

Sementara Dexlite meningkat dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Di sisi lain, harga Pertamax (RON 92) masih bertahan di Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green berada di Rp12.900 per liter. Untuk BBM bersubsidi, Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menegaskan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menyebut, intervensi pemerintah hanya berlaku pada BBM bersubsidi, sementara produk nonsubsidi disesuaikan dengan kondisi pasar dan biaya produksi.

Tags BBM Melonjak BBM Nonsubsidi Harga BBM Naik PT Pertamina Patra Niaga