TANGERANGNEWS.com- RS Mandaya Royal Puri resmi menghadirkan teknologi High Intensity Focused Ultrasound (HIFU) sebagai metode penanganan tumor tanpa operasi, Sabtu, 23 Mei 2026.
Teknologi tersebut diklaim dapat digunakan untuk menangani berbagai jenis tumor jinak hingga kanker, mulai dari miom, adenomiosis, kanker hati, hingga kanker pankreas tanpa tindakan bedah maupun sayatan pada tubuh pasien.
Peluncuran teknologi HIFU di RS Mandaya Royal Puri turut dihadiri sejumlah pakar internasional, di antaranya Emeritus Professor of Surgery University of Oxford Prof. David Cranston, serta President of Chongqing Haifu Hospital Prof. Zhang Lian.
Co-Founder dan President Director Mandaya Hospital Group dr. Ben Widaja mengatakan, perkembangan teknologi penanganan miom kini semakin berkembang hingga memungkinkan pasien menjalani terapi tanpa operasi terbuka.
“Dari yang awalnya hanya bisa dilakukan melalui operasi terbuka, kemudian laparoskopi, radiofrequency ablation (RFA), microwave ablation (MWA), hingga yang terkini teknologi HIFU sudah tersedia di Indonesia,” ujar Ben.
Teknologi HIFU bekerja menggunakan gelombang ultrasound berkekuatan tinggi yang difokuskan ke titik tertentu pada jaringan tumor hingga menghasilkan panas sekitar 60 hingga 90 derajat Celsius untuk menghancurkan jaringan secara bertahap.
Setelah tindakan dilakukan, jaringan tumor yang rusak akan diserap alami oleh tubuh dalam beberapa minggu hingga bulan.
Public Relation Manager Mandaya Hospital Group Erwin Suyanto menambahkan, teknologi tersebut menjadi alternatif bagi pasien yang ingin menghindari operasi besar, terutama wanita penderita miom yang masih ingin mempertahankan rahim.
“Teknologi HIFU menjadi harapan baru bagi wanita dengan miom yang ingin mempertahankan rahimnya sehingga tetap memiliki kesempatan untuk menjalani kehamilan,” kata Erwin.
Ia menyebut teknologi HIFU di RS Mandaya Royal Puri bahkan telah digunakan untuk menangani miom berukuran besar hingga 17x16 sentimeter.
Selain untuk tumor jinak, teknologi ini juga digunakan untuk membantu penanganan kanker hati dan kanker pankreas, khususnya pada pasien dengan risiko operasi tinggi atau posisi tumor yang dekat dengan organ vital.
“HIFU juga dapat digunakan pada kasus kanker hati dan kanker pankreas. Selain membantu mengecilkan ukuran tumor, teknologi ini juga dapat membantu mengurangi nyeri pada pasien kanker stadium lanjut,” lanjutnya.
Secara global, teknologi HIFU disebut telah digunakan di lebih dari 37 negara dengan total lebih dari 500 ribu kasus penanganan tumor dan kanker.