Selasa, 16 Juni 2026

Penerima MBG Bakal Dipersempit, Siswa SMA Mampu Tak Lagi Dapat Jatah

Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau program MBG di salah satu sekolah tingkat SMA.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com– Badan Gizi Nasional (BGN) berencana melakukan penyesuaian atau refocusing program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027. Salah satu yang akan dikaji adalah penerima manfaat agar program tersebut lebih tepat sasaran.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, untuk tahun 2027 lembaganya semula mendapatkan pagu indikatif sebesar Rp270,2 triliun yang ditujukan bagi sekitar 81,5 juta penerima manfaat.

"Jadi tadi sebenarnya saya menyampaikan bahwa menurut, itu proses yang biasa ya. Menurut surat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Bappenas untuk 2027, sebenarnya kami mendapat alokasi pagu itu Rp 270.201.499.678.000 (Rp 270 triliun) itu untuk penerima manfaat 81,5 juta. Itu 2027," kata Arumsari, Senin, 15 Juni 2026, dikutip dari Detik. 

Menurutnya, BGN saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan sejumlah kementerian lainnya untuk menentukan kelompok penerima manfaat yang dinilai paling membutuhkan intervensi gizi.

"Salah satu langkah perbaikan yang kami lakukan adalah refocusing penerima manfaat. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, kami sudah berkoordinasi dengan beberapa kementerian yang lain," ujar Arumsari.

Ia menjelaskan, berdasarkan pertimbangan teknis dari Kementerian Kesehatan, intervensi gizi dinilai paling penting diberikan sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak. 

Periode tersebut dianggap sebagai masa krusial untuk perkembangan otak dan pertumbuhan anak.

Selain penyesuaian sasaran penerima manfaat, BGN juga akan melakukan efisiensi anggaran.

Meski demikian, besaran anggaran final masih akan dibahas lebih lanjut bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas.

"Nah, beberapa hal sudah kami exercise, sudah kami exercise, namun mungkin secara angka kami belum sampai membahas dengan Kementerian Keuangan dengan Bappenas. Tapi yang jelas akan ada efisiensi lagi," ujarnya.

Dalam keterangannya, Arumsari juga memberi gambaran bahwa siswa SMA dari kalangan ekonomi mampu berpotensi tidak lagi menjadi penerima program MBG. 

Menurutnya, bantuan sebaiknya lebih difokuskan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.

"Tujuannya adalah bagaimana supaya indikator tujuan intervensi gizi ini tercapai tetapi penerima manfaatnya lebih fokus. Contoh, misalnya lah contoh gampang, untuk SMA ya mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG. Apalagi SMA-SMA yang, mungkin yang uang sakunya anak-anaknya sudah Rp 100.000, Rp 200.000 gitu ya," kata Arumsari.

Arumsari menegaskan, hingga saat ini pendanaan program MBG tahun 2027 masih berasal dari pos anggaran pendidikan dan kesehatan.

"Sekarang pendidikan dan kesehatan, masih itu pendidikan dan kesehatan ya," imbuhnya.

Tags Makan Bergizi Gratis Makan Siang Gratis Tangerang Program Pemerintah Pusat