Jumat, 3 Juli 2026

Purbaya Sebut Pengangguran dan Kemiskinan Menurun Sepanjang 2025

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.(@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,85 persen serta tingkat kemiskinan menjadi 8,25 persen sepanjang 2025.

Pada periode yang sama, pemerintah juga mencatat realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.765,13 triliun.

Purbaya menjelaskan, pendapatan negara tersebut berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp2.218,17 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp541,53 triliun, serta penerimaan hibah senilai Rp5,43 triliun.

“Dalam pelaksanaannya, realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.765,13 triliun yang terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp2.218,17 triliun, penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp541,53 triliun, dan penerimaan hibah sebesar Rp5,43 triliun,” ujar Purbaya dikutip dari Kompas, Kamis 2 Juli 2026.

Ia mengatakan, upaya mengoptimalkan pendapatan negara sepanjang 2025 menghadapi berbagai tantangan. 

Selain dipengaruhi kondisi ekonomi global, pemerintah juga melakukan penyesuaian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk barang mewah, mempercepat penyelesaian restitusi pajak guna menjaga likuiditas dunia usaha, serta mengalihkan pengelolaan dividen kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

“Tidak hanya dipengaruhi oleh gejolak ekonomi global, namun juga penyesuaian PPN pada barang mewah dan percepatan resolusi pajak guna menjaga likuiditas dunia usaha serta pengalihan pengelolaan dividen ke Danantara,” paparnya.

Di sisi belanja negara, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp3.435,46 triliun. 

Jumlah tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.586,42 triliun serta transfer ke daerah.

Menurut Purbaya, realisasi belanja tersebut lebih tinggi dibandingkan rencana awal setelah diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. 

Kebijakan tersebut mendorong efisiensi anggaran sebesar Rp306,7 triliun sekaligus membuka ruang relaksasi melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp206,4 triliun untuk mendukung pelaksanaan program prioritas.

“Inpres tersebut mendorong efisiensi belanja sebesar Rp306,7 triliun, sekaligus membuka ruang relaksasi melalui program anggaran belanja tambahan (ABT) sebesar Rp206,4 triliun untuk mendukung implementasi program prioritas,” pungkasnya.

Ia menambahkan, pemerintah tetap menerapkan prinsip value for money agar setiap belanja negara memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Dengan capaian pendapatan dan belanja tersebut, defisit APBN 2025 tercatat sebesar 2,81 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp670,34 triliun. 

Untuk menutup defisit tersebut, pemerintah menerapkan strategi pembiayaan yang dinilai prudent dengan memanfaatkan kondisi pasar yang membaik sepanjang 2025.

Realisasi pembiayaan neto mencapai Rp742,73 triliun atau 20,54 persen lebih tinggi dibandingkan target APBN 2025.

“Pemerintah menempuh strategi pembiayaan yang prudent dan terkendali dengan memanfaatkan kondisi pasar yang membaik sepanjang tahun 2025, realisasi pembiayaan netto mencapai Rp742,73 triliun atau 20,54 persen lebih tinggi dari target APBN 2025,” katanya.

Selain itu, pemerintah menyalurkan stimulus ekonomi secara bertahap pada setiap kuartal sepanjang 2025 dengan total nilai mencapai Rp110,7 triliun. 

Stimulus tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan konsumsi domestik, serta memperkuat sektor riil melalui dukungan kepada UMKM, sektor padat karya, sektor perumahan, program magang, pemberian diskon tiket pada masa liburan, hingga pemberdayaan generasi muda.

Purbaya menyebut, kebijakan fiskal yang diterapkan turut mendorong perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat. 

Tingkat pengangguran pada Agustus 2025 turun menjadi 4,85 persen dibandingkan Agustus 2024 yang sebesar 4,91 persen.

Selain itu, tingkat kemiskinan juga menurun dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025.

“Sering dengan penguatan aktivitas ekonomi dan keberlanjutan program perlindungan sosial, tingkat kemiskinan juga turun dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025,” kata dia.

Tags Berita Ekonomi Menkeu Purbaya Pengangguran Tangerang Purbaya Yudhi Sadewa