Minggu, 16 Agustus 2026

PLN Pulihkan 11 Gardu Induk di Flores Pascagempa M7,7, Satu Penyulang Masih Gangguan

Petugas PLN melakukan pemasangan instalasi listrik di tenda pengungsian korban gempa di Flores, NTT.(@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan proses pengamanan dan pemulihan jaringan kelistrikan berjalan. 

PLN mengerahkan personel, material, serta peralatan untuk mengembalikan pasokan listrik secara bertahap dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas dan masyarakat.

Dalam waktu kurang dari 12 jam setelah gempa, seluruh 11 Gardu Induk (GI) yang terdampak berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi 100 persen. 

Pemulihan tersebut membuat pasokan utama kelistrikan di Flores kembali dalam kondisi siap untuk mendukung penyaluran listrik ke jaringan distribusi dan pelanggan.

“Alhamdulillah, dari sisi pembangkitan Daya Mampu Pasok sudah mencapai 111 MW. Ini lebih dari cukup untuk melayani beban saat ini sekitar 95 MW maupun kondisi normal sekitar 105 MW. Seluruh 11 Gardu Induk juga sudah pulih 100 persen. Artinya, dari sisi pasokan utama kita sudah sangat siap,” ujar Darmawan.

Darmawan juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri yang turut membantu proses pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak gempa.

“Sinergi ini sangat membantu kami menghadapi berbagai tantangan dan mempercepat proses pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak,” tambah Darmawan.

Setelah seluruh gardu induk kembali beroperasi, PLN kini memusatkan penanganan pada jaringan distribusi. 

Masih terdapat satu penyulang, yakni jaringan yang menyalurkan listrik dari gardu induk menuju pelanggan, yang mengalami gangguan akibat gempa dan longsor.

Sejumlah tiang listrik juga mengalami kerusakan, termasuk roboh dan patah. PLN mengerahkan personel untuk melakukan perbaikan serta mengganti infrastruktur yang tidak dapat digunakan.

“Seluruh kekuatan dan personel kami kerahkan secara all-out untuk memperbaiki dan mengganti tiang-tiang yang rusak. Kami berharap penyulang yang masih mengalami gangguan dapat segera dipulihkan hari ini, sepanjang kondisi kebencanaan memungkinkan,” kata Darmawan.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono mengatakan, Kabupaten Nagekeo dan Reo menjadi dua wilayah yang mengalami dampak cukup berat. 

PLN melakukan pemetaan terhadap titik kerusakan dan kebutuhan penanganan di kedua wilayah tersebut.

“Kami mengerahkan personel, material, dan peralatan secara masif dan terfokus ke wilayah Nagekeo dan Reo. Apabila diperlukan, dukungan tambahan akan segera dimobilisasi dari wilayah lain untuk mempercepat pemulihan jaringan dan memastikan pelanggan di wilayah terdampak dapat kembali mendapatkan pasokan listrik,” ujar Eko.

Proses pemulihan akan terus dilakukan hingga seluruh pelanggan kembali mendapatkan pasokan listrik. 

PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri dalam pelaksanaan penanganan di lapangan.

“Kami akan terus mengawal langsung sampai seluruh pelanggan kembali menyala. Namun, di tengah kondisi gempa susulan yang masih terjadi, keselamatan personel tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Selain jaringan pelanggan, PLN memprioritaskan pasokan listrik untuk sejumlah fasilitas publik dan vital. 

Rumah sakit, bandar udara, kantor pemerintahan, tempat pengungsian, serta fasilitas pelayanan masyarakat menjadi bagian yang mendapat perhatian dalam proses pemulihan.

“PLN akan terus berada di lapangan dan bekerja bersama seluruh pihak hingga kondisi kelistrikan kembali normal,” pungkas Eko.

Tags Kelistrikan Nasional PT PLN Persero YBM PLN