TANGERANGNEWS.com- Pemerintah tengah menyiapkan skema baru dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui rekening bank yang diberikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia berusia 17 tahun ke atas.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan menyebut, kepemilikan rekening bagi masyarakat nantinya dapat menjadi bagian dari perubahan pola pemberian bantuan pemerintah.
Bansos tidak lagi diarahkan dalam bentuk subsidi terhadap barang atau produk tertentu, melainkan diberikan secara langsung kepada masyarakat melalui rekening.
"Nah, presiden kemarin juga kebetulan sudah berikan instruksi untuk semua punya bank account. Karena pada akhirnya nanti kita tidak subsidi produk lagi, tapi subsidi langsung diberikan pada rakyat," kata Luhut, Kamis, 10/
September 2026, dikutip dari CNBC Indonesia.
Menurut Luhut, rekening gratis tersebut nantinya akan diberikan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Program ini juga mencakup kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi paling rendah.
Jumlah masyarakat termiskin yang menjadi sasaran disebut mencapai sekitar 50 juta orang.
Luhut mengatakan, kelompok tersebut dipastikan akan mendapatkan rekening dalam program yang merupakan arahan Presiden.
"Itu arahan presiden. Nah, dengan begitu membawa keadilan. Ya, memberi keadilan kepada masyarakat kita.Masyarakat termiskin yang ada tadi 50 juta ya, 50 juta itu sudah pasti akan diberikan," papar Luhut.
Skema penyaluran bansos melalui rekening tersebut nantinya tetap diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Luhut menyebut sejumlah kebutuhan yang dapat dibayarkan menggunakan dana bantuan antara lain listrik, beras, dan bensin.
Pemerintah masih membahas mekanisme agar dana yang diterima masyarakat digunakan sesuai peruntukannya.
Salah satu kemungkinan yang sedang dipertimbangkan adalah penggunaan kupon. Cara tersebut diharapkan dapat membatasi penggunaan dana untuk keperluan yang tidak sesuai, termasuk judi online.
"Kita masih mikir apakah nanti berikan kupon sehingga tidak boleh judi online. Jadi, hanya mungkin bayar listrik, bayar beras, bayar bensin, segala macam. Jadi, di lapangan nanti akan jadi market mechanism. Jadi, membuat kita lebih transparan," paparnya.
Rencana rekening gratis ini sebelumnya disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Pemerintah menyiapkan anggaran kurang lebih Rp 11 triliun untuk menjalankan program yang menyasar warga berusia 17 tahun ke atas.
"Totalnya kalau 200 juta penduduk berarti kira-kira sekitar Rp 11 triliun lah," kata Airlangga, di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu 9 September 2026.
Namun, besaran tersebut belum langsung ditetapkan sebagai anggaran yang berasal dari APBN 2026 atau 2027.
Airlangga mengatakan, pembahasan mengenai kebutuhan anggaran masih berlangsung bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Lanjutnya, pelaksanaan program tidak dilakukan sekaligus. Pemberian rekening akan berjalan secara bertahap sehingga kebutuhan anggaran nantinya mengikuti tahapan pelaksanaannya.
"Anggaran nanti kita bahas, karena kan nggak semua langsung segitu (Rp11 triliun), kan nantinya itu secara bertahap," jelasnya.
Setelah pembahasan teknis selesai, regulasi akan disiapkan dan dibawa ke Dewan Nasional Keuangan Inklusif sebelum pemerintah menentukan jadwal pelaksanaannya.
"Kita siapkan. Mungkin nanti sesudah dirapatkan teknis, kita siapkan regulasinya, masuk ke dalam Dewan Nasional Keuangan Inklusif, kemudian baru sesudah itu kita buatkan timeline-nya," kata Airlangga.
Sasaran program ini adalah warga negara Indonesia yang sudah berusia 17 tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Mereka nantinya akan memperoleh rekening secara gratis melalui BRI dan BSI.
Rekening tersebut akan dikaitkan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Pemerintah menempatkan program ini tidak hanya sebagai sarana penyaluran bantuan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan di Indonesia.
Ada pula fasilitas berupa saldo awal yang diberikan kepada setiap rekening baru. Pemerintah akan memberikan saldo sebesar Rp 50 ribu untuk setiap rekening yang dibuka.
Saldo awal tersebut dipastikan tidak akan dikenakan potongan biaya administrasi maupun biaya lainnya.