Sabtu, 7 November 2026

PLN Gandeng Telkom dan Danantara, Siapkan Pasokan Listrik untuk Pusat Data AI

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar (kedua dari kanan), Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy (kanan), Direktur Utama Telkom Indonesia, Nanang Hendarno (kedua dari kiri) di acara DTIIF 2026, Selasa, 27 Oktober 2026.(@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com– Pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia membutuhkan dukungan pasokan listrik dalam kapasitas besar dan stabil. 

Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, PT PLN (Persero) menjalin kolaborasi dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Kerja sama PLN dan Telkom ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman terkait penyediaan tenaga listrik bagi kegiatan usaha Telkom Group di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.

Kesepakatan ini diumumkan dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026.

Melalui kolaborasi tersebut, PLN dan Telkom akan menjajaki sejumlah kebutuhan pendukung infrastruktur digital. 

Cakupannya meliputi pasokan listrik, produk layanan prioritas, pemanfaatan energi bersih, hingga layanan di luar penjualan tenaga listrik atau beyond kWh.

Managing Director of Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Irwan Rei mengatakan, pembangunan infrastruktur AI nasional memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari BUMN, penyedia infrastruktur, mitra teknologi hingga investor.

“Peran Danantara Indonesia adalah membantu mengorkestrasi BUMN, infrastructure providers, technology partners, dan investment ecosystem sehingga pengembangan teknologi tidak berhenti pada infrastruktur, tetapi memiliki jalur menuju adoption, utilization, dan penciptaan nilai bagi ekosistem nasional,” jelas Irwan.

Direktur Utama PLN Suroso Isnandar menyebut kesiapan sistem kelistrikan menjadi salah satu faktor penting dalam menopang pertumbuhan industri pusat data. 

Pasalnya, operasional fasilitas tersebut membutuhkan pasokan listrik dengan kapasitas besar yang harus tersedia secara stabil.

“Untuk itu, diperlukan perencanaan dan kesiapan infrastruktur kelistrikan yang mampu mengikuti perkembangan proyek. Melalui kolaborasi ini, PLN siap menjajaki skema penyediaan infrastruktur kelistrikan yang sesuai kebutuhan, dengan tetap memperhatikan aspek reliability, scalability, dan sustainability,” ujar Suroso.

Besarnya kebutuhan tersebut tercermin dari proyeksi industri pusat data nasional. Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) mencatat kapasitas pusat data di Indonesia berada pada kisaran 1 gigawatt (GW) per Mei 2026. Angka itu diperkirakan berpotensi meningkat hingga 11 GW pada 2030.

Peningkatan kapasitas pusat data juga akan diikuti kebutuhan pendukung lainnya, seperti pasokan energi, sistem pendingin, dan jaringan konektivitas untuk menjaga operasional fasilitas berskala besar.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, pengembangan teknologi AI tidak cukup hanya mengandalkan model dan aplikasi. Infrastruktur komputasi, pusat data, serta konektivitas juga perlu terintegrasi dengan ekosistem energi dan kawasan industri.

“Melalui kolaborasi ini, TelkomGroup ingin menghubungkan capability data center dan konektivitas dengan kekuatan ekosistem energi, kawasan industri, AI, dan cloud agar dapat mendukung pengembangan sovereign AI infrastructure Indonesia secara lebih terintegrasi,” ujar Nanang.

Setelah penandatanganan nota kesepahaman, para pihak akan melanjutkan pembahasan mengenai kebutuhan teknis, ruang lingkup pekerjaan, skema investasi, pengaturan komersial, serta mekanisme pelaksanaan kerja sama. 

Tahapan berikutnya akan mengacu pada hasil kajian dan kesepakatan definitif masing-masing pihak.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya PLN menyiapkan dukungan kelistrikan bagi perkembangan industri digital, terutama kebutuhan pusat data dan infrastruktur AI yang diperkirakan terus meningkat di Indonesia.

Tags Artificial Intelligence Berita Tekno PLN Mobile PT PLN Persero Teknologi AI