Oleh: Ayu Mela Yulianti, SPt., Pegiat Literasi dan Pemerhati Kebijakan Publik
TANGERANGNEWS.com-Demonstrasi yang terjadi, Kamis 28 Agustus 2025 di depan gedung DPR oleh berbagai elemen masyarakat, menunjukan jika Indonesia dengan sistem sekuler kapitalisme yang diterapkannya, sedang tidak baik-baik saja.
Kenaikan pajak yang dibarengi dengan kenaikan tunjangan anggota Dewan, disertai dengan PHK besar-besaran akibat banyak perusahaan yang pailit dan gulung tikar, memantik rasa ketidakadilan yang terjadi di negeri ini.
Nampak nyata yang kaya makin kaya sebab jabatannya, dan yang miskin makin miskin akibat tertutupnya akses kemudahan mencari rezeki dari pintu yang halal. Maka turunnya para demonstran yang menuntut keadilan kehidupan, seolah mewakili perasaan semua kalangan yang terdzolimi akibat penerapan sistem sekuler kapitalisme di negeri ini.
Aksi yang menimbulkan korban jiwa, nyatanya tetap tidak bisa merubah kondisi negeri yang sedang tidak baik-baik saja. Kondisi tetap tak bergeming manakala aksi selesai dan bubar. Dan para demonstran pulang kembali ke rumah masing-masing. Kenyataan pahit tetap menggelayut dipelupuk mata. Hidup tetap dalam kesempitan dan keterjepitan. Kecuali bagi anggota Dewan yang terhormat, yang mendapatkan tunjangan hidup yang fantastis yang masih bisa berjoget bahagia, ditengah kehidupan rakyat yang tersiksa. Padahal kerja nyata mensejahterakan rakyat, tak nampak nyata. Rakyat tetap hidup dalam keterbelakangan dan kemiskinannanya.
Hal demikian menunjukan jika perubahan yang dituntut oleh seluruh elemen masyarakat ke arah yang lebih baik, tidak akan pernah terwujud, selama hidup masih diatur oleh hawa nafsu manusia, selama hidup masih menerapkan hukum buatan manusia, yang bernama sistem sekuler kapitalisme, bahkan sosialis komunis. Selama hukum yang mengatur kehidupan manusia dibuat oleh hawa nafsu manusia, maka selamanya hidup masyarakat akan tetap dalam kesulitan dan kesengsaraannya, bagaikan hidup ditengah rimba, yang kuat memakan yang lemah.
Karenanya manusia butuh pada aturan yang manusiawi, sistem yang manusiawi yang sesuai fitrah manusia, memuaskan akal, dan menentramkan jiwa, untuk mengakhiri penderitaannya. Sebab sumber seluruh penderitaan hidup masyarakat adalah akibat penerapan sistem sekuler kapitalisme, yang dibuat oleh segelintir orang yang menciptakan tirani minoritas dalam kehidupan. Menggantinya dengan sistem Islam kaffah yang pasti manusiawi, sesuai fitrah manusia, memuaskan akal, dan menentramkan jiwa.
Sebagaimana ketika Rasulullah saw memimpin masyarakat Madinah dengan menerapkan sistem yang menerapkan syariat Islam kaffah di dalamnya. Masyarakat Madinah berubah menjadi masyarakat dan negeri yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur. Seluruh elemen masyarakat terurus dengan baik oleh Rasulullah saw, baik dari kalangan miskin maupun kaya, baik dari tingkat rakyat jelata hingga para pejabat negara. Semua menunaikan hak dan kewajiban sesuai dengan tuntunan syariat. Sehingga tak satupun rakyat miskin kelaparan dijumpai didalamnya, tidak ada. Semua terpenuhi kebutuhan kehidupannya, baik sandang, pangan, papan, kesehata, hingga keamanannya.
Demikian seharusnya setiap Demonstrasi yang dilakukan, adalah menuntut perubahan sistem, dari sistem sekuler kapitalisme yang bobrok, menjadi penerapan sistem Islam kaffah dalam bingkai khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah yang penuh berkah. Sebab demonstrasi tanpa tuntutan perubahan sistem yang berlaku, hanya akan berakhir dengan kekecewaan sebab tak akan pernah bisa merubah kondisi kehidupan rakyat yang sulit. Demonstrasi tanpa menuntut perubahan sistem kehidupan hanya akan menerbitkan undang-undang represif yang akan menimbulkan korban berikutnya dari penguasa yang tidak mau sadar akan kekeliruannya, bahwa menerapkan sistem sekuler kapitalisme hanya membuat kehidupan rakyatmya menjadi sempit dan penuh dengan penderitaan.
Sejarah telah membuktikan, jika perubahan sistem jahiliyah menuju sistem yang menerapkan hukum syariat Islam kaffah, terbukti mampu menjadikan masyarakatnya hidup dalam kemuliaan dan keberkahannya. Fitrah manusia terjaga kebaikannya, sebab kebutuhan hidup terpenuhi secara tuntas dalam pengaturan syariat Islam kaffah didalamnya.
Dimana masyarakat Madinah dibawah pimpinan Rasulullah saw telah berjanji setia dalam peristiwa Baiatul Aqobah pertama, untuk tidak mensekutukan Allah swt, tidak berzina, tidak mencuri, tidak membunuh anaķ-anak mereka, tidak saling menipu, tidak berbohong, tidak melakukan kemaksiatan. Kemudian dilanjutkan dengan Baiatul Aqobah kedua yang menyatakan janji setia membela Allah swt dan Rasul-Nya, artinya membela syariat Allah yang akan diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan.
Hal ini menunjukan bahwa perubahan hakiki kearah kehidupan yang lebih baik, hanya akan diperoleh dengan perubahan sistem saja. Dari sistem sekuler kapitalisme yang menghalalkan riba dan zina yang menjadi sumber turunnya malapetaka dinegeri ini, menjadi sistem Islam kaffah yang mengharamkan zina dan riba, yang pengharamanya akan menjadikan negeri ini diliputi oleh kehidupan yang penuh dengan kebaikan dan keberkahannya. Sebab itulah janji Allah Swt, akan menurunkan keberkahan dari atas langit dan bumi, jika semua manusia taat syariat Islam kaffah yang diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Sebab penerapan syariat Islam kaffah dalam kehidupan adalah sebenar - benarnya solusi atas seluruh permasalahan hidup manusia.
Firman Allah Swt:
Artinya : " Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." ( QS. Al-A’raf : 96).
Wallahualam.