Oleh: Dwi Kusnaila Barkah, Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang
TANGERANGNEWS.com-Fenomena atau fomo bagi generasi muda itu berdampak pada kesehatan mental yang artinya yang di mana media digital saat ini media sosial itu telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalam kehidupan kita sehari-hari terutama kita bagi generasi generasi muda, di mana di berbagai platform seperti Instagram, Tik tok, Twitter atau x yang di mana seseorang itu memungkinkan untuk mengetahui aktivitas orang lain hanya dalam hitungan detik fenomena yang semakin banyak dirasakan oleh anak muda yaitu fire of missing out yang merupakan perasaan takut tertinggal informasi atau pengalaman bahkan trend yang sedang dilakukan oleh orang lain. Dimana di balik kemudahan tersebut fenomena ini menjadi salah satu tantangan baru sangat berdampak pada kesehatan mental generasi muda.
Itu adalah konsekuensi dari perkembangan teknologi yang membuat seseorang terus-menerus membandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain dan menurut saya ketika melihat teman-teman mengunggah foto liburan, atau kesuksesan karir, dan gaya hidup yang terlihat wah menyenangkan. Tidak sedikit orang merasa kehidupannya itu kurang menarik atau bahkan tertinggal. Seseorang yang mengalami fomo cenderung merasa harus selalu mengikuti perkembangan terbaru agar tidak dianggap ketinggalan zaman yang dimana kebiasaan ini juga bisa mengganggu waktu istirahat, serta meningkatkan tingkat stress bagi anak muda.
Apa yang ditampilkan di media sosial itu seringkali hanyalah bagian terbaik dari kehidupan seseorang bukan gambaran utuh dari realitas yang sebenarnya, akibatnya mereka menjadi sulit melepaskan diri dari media sosial dan terus memeriksa notifikasi maupun unggahan terbaru yang di mana seseorang itu yang mengalami fomo itu a cenderung merasa harus selalu mengikuti perkembangan terbaru agar tidak dianggap ketinggalan zaman fenomena fomo juga mempengaruhi pola kehidupan generasi muda dalam mengambil keputusan tidak jarang seseorang mengikuti suatu trend atau membeli barang tertentu untuk memenuhi takut tidak dianggap tertinggal di lingkungan sosialnya dibanding kebutuhannya kondisi ini berpotensi memicu gangguan kesehatan mental yang lebih serius seperti depresi atau kecemasan sosial. Dimana akibatnya mereka lebih mudah terpengaruh oleh tekanan sosial dan kehilangan kemampuan untuk menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan pribadi.
Namun meskipun demikian di mana fomo itu bukanlah sesuatu yang tidak dapat diatasi generasi muda itu perlu membangun kesadaran bahwa media sosial itu bukanlah alat ukur atau ukuran mutlak kebahagiaan dan kesuksesan seseorang, yang di mana kita harus bisa membatasi waktu penggunaan media sosial dan fokus pada tujuan pribadi kita serta mengembangkan hubungan sosial yang sehat di dunia nyata dan dapat membantu mengurangi perasaan standar media sosial, selain itu penting untuk memahami bahwa setiap orang juga memiliki perjalanan hidup yang berbeda sehingga tidak perlu membandingkan diri secara berlebihan dengan orang lain.
Dan di mana pada akhirnya fomo itu merupakan tantangan nyata bagi generasi muda di era digital saat ini yang di mana jika dikelola dengan tidak baik maka, itu dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup seseorang dengan kesadaran dan pengelolaan yang tepat, generasi muda bisa memanfaatkan teknologi secara sehat tanpa harus terjebak dalam ketakutan untuk selalu mengikuti apa yang dilakukan orang lain. Oleh karena itu diperlukan sikap bijak dalam menggunakan media sosial agar teknologi dapat menjadi sarana yang mendukung perkembangan diri bukan justru menjadi sumber kecemasan dan tekanan psikologis.