Kamis, 5 November 2026

Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Puluhan pelatih cabor panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia mendapatkan training camp yang berlokasi di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.(TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari Pelatih Kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy. 

‎Pelatihan tersebut dilakukan di APM Equestrian Centre, yang berlokasi di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada Rabu 4 November 2026.

‎Ketum Federasi Nasional (FN) Pordasi Panahan Berkuda Indonesia Triwatty Marciano mengatakan ke-38 pelatih tersebut akan mendapatkan pembekalan ilmu dari Christoph Némethy yang merupakan juara Eropa tiga kali, dan juara dunia kategori tower track cabor horseback archery.

‎Pembekalan ilmu tersebut bertujuan agar para pelatih di masing-masing Provinsi, mampu mengajarkan kembali ilmu yang diserap dari Christoph Némethy, kepada masing-masing atlet di daerahnya guna meningkatkan kemampuan masing-masing atlet.

‎"Setelah mendapatkan pelatihan, para trainer ini harus mengajarkan kembali ilmu yang ia serap kepada atlet di masing-masing provinsi," ujarnya di lokasi. 

‎Trywatty menjelaskan, selain menyiapkan bekal bagi para pelatih agar dapat meneruskan ilmu yang diperoleh kepada atlet-atlet di daerah, pihaknya juga tengah mempersiapkan fasilitas memanah di dua wilayah, yakni Desa Lantan atau Setiling, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

‎Salah satu dari dua lokasi tersebut rencananya akan menjadi tempat penyelenggaraan perlombaan cabang olahraga (cabor) horseback archery atau panahan berkuda.

‎"Pembangunan fasilitas berkuda dan memanah di salah satu desa tersebut menunggu keputusan gubernur, untuk memilih desa mana yang akan dibangun fasilitas berkuda dan memanah yang akan digunakan pada saat PON 2028," jelasnya. 

‎Ia menambahkan, fasilitas tersebut rencananya akan dibangun dengan standar internasional dan akan menjadi fasilitas horseback archery terbaik di Asia Tenggara. 

‎"Mudah-mudahan, dalam dua tahun pembangunan fasilitas tersebut selesai dan menjadi fasilitas berkuda dan memanah yang terbaik di Asia Tenggara," ungkapnya. 

‎Sementara itu, Christoph Némethy mengatakan, dalam pelatihan tersebut dirinya melihat atlet-atlet horseback archery Indonesia dapat bersaing di panggung dunia. 

‎"Federasi di sini benar-benar kuat, mereka membawa banyak program, pelatih horseback archery di sini bagus. Saya melihat negara ini mampu bersaing dalam cabor horseback archery di kancah Internasional," tambahnya.

Tags