Reporter : Bastian
TANGSEL-Dua pengedar uang palsu (upal), Solatin ,35, dan Boni Januardi ,40, diringkus tim buru sergap Polsek Pamulang, Kota Tangsel.
Dari tangan dua pria tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti upal Rp3,4 juta pecahan Rp50 ribu dengan 13 lembar dan sisanya Rp 100 ribu siap edar.
Perbedaaan upal milik keduanya, dengan yang asli dapat dilihat dengan kasat mata. Dari garis lebih kelihatan, warna lebih gelap dan permukaan kasar.
Penangkapan itu berawal dari laporan warga yang datang ke Mapolsek Pamulang, menyatakan akan adanya upal beredar di warung-warung kecil.
Warga curiga lantaran uang yang didapat dari tersangka Boni, permukaannya lebih kasar.
Setelah menerima laporan tersebut, anggota Polsek menyamar untuk menukarkan uang asli dengan upal dengan perbandingan dua banding satu. " Artinya, dua pecahan upal dibayar satu uang asli," ujar Kapolsek Pamulang, Kompol M. Nasir , Kamis (18/7).
Ketika ditanya petugas polisi, pengakuan tersangka, upal didapat dari rekannya di daerah Kemayoran, Jakarta. "Tersangka mengaku baru tiga bulan menjalankan aksinya. Dengan alasan kebutuhan ekonomi menjelang lebaran," katanya.
Namun, Kapolsek tidak percaya begitu saja. Pihaknya melakukan pendalaman kasus asal upal yang didapat pelaku."Tarhet pelaku biasanya, upal dibelanjakan diwarung-warung kecil," katanya. (MR)
Tags