Rabu, 4 Maret 2026

Atasi Sampah, Pemkot Tangsel Targetkan Seluruh Fasilitas Publik hingga Perkantoran Dipasang Biopori

Biopori program Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangsel.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini bersiap mereplikasi secara masif Program Biopori sebagai upaya mengatasi krisis sampah yang terjadi di wilayah tersebut.

Tidak hanya di kantor pemerintahan, tekonlogi yang mampu menyulap sisa makanan menjadi kompos tersebut direncanakan bakal merambah gedung-gedung pendidikan, pusat kesehatan (RSUD/Puskesmas), hingga kawasan pusat pemerintahan (Puspemkot).

Faturahman, Petugas UPT Pemeliharaan DCKTR Tangsel menjelaskan, program ini mulai diterapkan sejak Oktober 2025 dan menjadi pilot project di Kawasan Perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong.

Berbeda dengan biopori rumah tangga, biopori garapan DCKTR ini memiliki spesifikasi kelas berat untuk menampung volume sampah organik perkantoran.

Biopori ini berdiameter 12 Inci dengan kedalaman 80 hingga 100 centimeter. Dilengkapi pipa yang menjulang 20 cm di atas tanah untuk memudahkan pemeliharaan rutin.

"Prinsipnya kita ingin memutus beban sampah dari hulu. Kalau sampah bisa tuntas di kantor, kenapa tidak? Target akhirnya adalah zero waste di lingkungan instansi," tegas Jeni, Kamis 7 Januari 2026.

 

Pegawai Wajib Pilah Sampah

Kunci kesuksesan yang akan direplikasi ini bukan hanya pada teknologinya, melainkan pada perubahan perilaku pegawainya.

Di setiap ruang kerja, kini tersedia ember tertutup khusus sampah organik. Para pegawai diminta memilah sisa makanan mereka secara mandiri sebelum diangkut petugas ke lubang biopori setiap sore.

"Biopori tidak akan jalan kalau pemilahannya salah. Mikroorganisme seperti cacing dan belatung di dalam lubang butuh sampah organik murni untuk menghasilkan kompos berkualitas yang nantinya kita pakai lagi untuk pupuk tanaman kantor," jelas Jeni.

 

Kolaborasi Lintas Dinas

Ambisi replikasi ini juga diperkuat dengan kolaborasi erat bersama dinas-dinas terkait di kawasan Lengkong Wetan, mulai dari Dinas Perhubungan, DSDABMBK, Perkimta, hingga Dindikbud.

Jika tren positif ini berlanjut, DCKTR optimis kawasan Setu, Celenggang, hingga gedung layanan publik lainnya di Tangsel akan segera menyusul memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri yang berkelanjutan.

"Diharapkan menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis institusi, sekaligus menguatkan peran aparatur pemerintah sebagai pelopor budaya pilah sampah dari sumbernya," tutupnya.

 

Tags