Selasa, 10 Maret 2026

Atasi Pencemaran, KLH Tuang 10 Ribu Liter Eco Enzyme ke Anak Sungai Ciadane

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq memimpin penuangan 10 ribu eco enzyme ke anak Sungai Cisadane.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 10.000 liter eco enzyme dituang ke aliran Sungai Jeletreng, anak Sungai Cisadane yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Penuangan ini dilakukan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, bersama Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMARBUDHI) Minggu 8 Maret 2026.

Hal ini merupakan bagian dari upaya tanggap pemerintah terhadap pencemaran Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama, pada 9 Februari 2026 lalu.

Diketahui, pada insiden bulan lalu, senyawa organofosfat yang masuk ke sungai bersifat toksik bagi biota perairan, menyebabkan kematian ikan massal sepanjang 41 kilometer hingga Teluk Naga.

KLH/BPLH telah mengambil langkah cepat, termasuk mengamankan sisa bahan kimia, memasang garis pengawasan PPLH, menegakkan hukum pidana dan perdata, serta menyiapkan bioremediasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bila kandungan pestisida di sedimen masih tinggi.

“Sungai bukan hanya urat nadi kehidupan hari ini, tetapi juga penentu kualitas hidup anak-anak dan cucu-cucu kita kelak. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu menjaga sungai kita, karena sungai kita adalah masa depan kita,” tegas Menteri Hanif dalam arahannya.

KLH/BPLH berharap aksi penuangan eco enzyme ini menjadi salah satu langkah untuk memulihkan kualitas Sungai Cisadane secara menyeluruh.

Partisipasi aktif masyarakat, generasi muda, dan berbagai elemen terkait menjadi kunci agar sungai ini dapat kembali bersih, sehat, dan bermanfaat bagi kehidupan warga serta generasi mendatang.

“Kami sangat bangga atas partisipasi aktif generasi muda dalam aksi nyata pemulihan Sungai Cisadane. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk berperan serta menjaga lingkungan hidup," kata Hanif.

Sementara itu, The Flavor Bliss Alam Sutera turut menyumbang sekitar 7.000 liter eco enzyme kepada GEMABUDHI. Eco enzyme ini diproduksi secara mandiri menggunakan limbah sayur dan kulit buah dari The Flavor Bliss dan Pasar 8.

Andre Simandjaja, Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk berharap langkah penuangan eco enzyme ke aliran Sungai Cisadane ini dapat mampu merevitalisasi ekosistem sungai yang sempat tercemar, serta meningkatkan kualitas air sungai sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. 

“Kami turut senang dapat berkontribusi dan berkolaborasi dalam memerangi pencemaran sungai melalui penyediaan eco enzyme yang diproduksi secara mandiri di The Flavor Bliss Alam Sutera," katanya.

 

Tags