Rabu, 25 Maret 2026

PMI Tangsel Catat 12 Luka dan 1 Meninggal Kecelakaan Selama Arus Mudik, Dipicu Kelelahan

Posko pelayanan kesehatan untuk pemudik di Kota Tangsel selama libur Lebaran 2026.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melaporkan data terkini terkait insiden kecelakaan selama periode arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.

Sampai Senin, 23 Maret 2026 malam, tercatat sebanyak lima insiden kecelakaan terjadi di wilayah Kota Tangsel yang mengakibatkan 12 orang luka-luka dan satu orang meninggal dunia.

Wakil Ketua PMI Kota Tangsel Tubagus Asep Nurdin mengungkapkan berdasarkan evaluasi tim medis di lapangan, mayoritas kecelakaan dipicu oleh faktor kelelahan fisik yang dialami oleh para pemudik.

"Mayoritas kasus yang kami tangani adalah luka ringan akibat kelelahan dan kurang fokus. Ini menjadi indikasi bahwa faktor keletihan masih menjadi risiko utama dalam arus balik tahun ini," ujar Asep, Selasa, 24 Maret 2026.

 

 

Siagakan 6 Posko 24 Jam Kawal Arus Balik

Guna menekan angka kecelakaan dan memberikan pertolongan pertama yang cepat, PMI Tangsel telah menyiagakan enam posko kesehatan di titik-titik strategis.

Sebanyak 90 personel dikerahkan secara bergantian (shift) untuk memastikan layanan kemanusiaan tersedia 24 jam penuh.

Selain menyiagakan ambulans dan kendaraan operasional, PMI juga menerjunkan tim sepeda motor untuk menjangkau titik-titik kemacetan yang sulit dilalui mobil, sehingga penanganan darurat tidak terhambat oleh kepadatan lalu lintas.

Dalam menjalankan tugasnya, PMI Tangsel bekerja sama erat dengan TNI-Polri, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan. Sistem rujukan medis juga telah terintegrasi langsung dengan RSUD dan puskesmas setempat untuk menangani kasus gawat darurat secara lebih cepat.

Mengingat arus balik masih berlangsung, Asep mengimbau para pemudik untuk tidak memaksakan diri jika merasa kondisi fisik sudah menurun.

"Kami mengimbau pemudik untuk beristirahat jika merasa lelah. Manfaatkan posko kesehatan yang tersedia. Keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama agar bisa kembali ke rumah dengan selamat," pungkasnya.

Tags