Kamis, 2 April 2026

Pemkot Tangsel Percepat Belanja Daerah Antisipasi Inflasi Global Dampak Konflik Israel-Iran

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat rapat forum komunikasi pimpinan daerah di Serpong, Selasa,10 Februari 2026.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bergerak cepat membentengi stabilitas ekonomi daerah dari ancaman ketidakpastian global yang kian ekstrem.

Langkah ini diambil menyusul eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran yang memicu lonjakan harga energi dunia.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa percepatan realisasi belanja daerah menjadi instrumen utama, untuk memberikan stimulus pada ekonomi lokal di tengah ancaman geopolitical risk premium.

"Pimpinan menyadari gejolak geopolitik global saat ini memiliki risiko nyata terhadap kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok pangan dunia. Oleh sebab itu, pemerintah mengantisipasi dampak tersebut dengan mempercepat realisasi belanja daerah," ujar Asep, Kamis 2 April 2026.

Langkah agresif ini diambil mengingat situasi geopolitik di Timur Tengah telah memicu volatilitas harga minyak dunia yang menembus level psikologis baru. 

Kenaikan harga BBM global ini dikhawatirkan akan berdampak pada membengkaknya biaya logistik nasional, yang pada gilirannya dapat mengerek harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional Tangsel.

Pemerintah Kota Tangsel berusaha secara optimal mempertahankan daya beli masyarakat sebagai prioritas mutlak agar konsumsi rumah tangga tetap stabil.

Percepatan belanja daerah ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi sektor swasta dan UMKM di wilayah Tangsel.

Dengan likuiditas yang mengalir lebih cepat ke pasar melalui proyek-proyek pemerintah dan pengadaan barang/jasa, diharapkan daya serap ekonomi masyarakat tetap terjaga meski tekanan inflasi dari sektor energi mengintai.

“Termasuk menggencarkan berbagai program intervensi untuk mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ancaman inflasi, terutama setelah Idul Fitri 2026. Kami berusaha tetap menjaga konsumsi dalam negeri. Jadi, semua belanja pemda ini dikeluarkan secara tepat dan dalam waktu yang cepat agar manfaatnya langsung dirasakan,” tambah Asep.

Selain fokus pada sisi fiskal daerah, Pemkot Tangsel juga memperkuat jaring pengaman sosial dan stabilisasi harga di tingkat akar rumput. 

Sejak memasuki bulan Ramadan hingga pasca-Lebaran, rentetan program seperti bazar murah dan operasi pasar telah digelar secara masif di tujuh kecamatan.

Program ini bertujuan memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau, mengantisipasi efek domino dari kenaikan biaya transportasi logistik akibat krisis global.

Tak hanya mengandalkan instrumen formal pemerintahan, Pemkot Tangsel juga mengintegrasikan kekuatan sosial-keagamaan dalam menjaga ketahanan ekonomi. 

Penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui jaringan masjid di bawah supervisi pemerintah daerah ikut digerakkan sebagai instrumen redistribusi kekayaan yang efektif bagi warga terdampak.

“Ini salah satu strategi kita secara ekonomi dan sosial untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Kami terus mencermati ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada distribusi barang. Gejolak tersebut bisa berdampak pada kelangkaan minyak dan hambatan jalur logistik, sehingga berimbas pada inflasi di daerah,” jelas Asep.

Sebagai wilayah yang sangat bergantung pada kelancaran logistik, Tangsel cukup rentan terhadap fluktuasi harga energi global.

Dia turut mengakui pihaknya melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan monitoring harian terhadap harga-harga komoditas di pasar. 

Langkah mitigasi ini diharapkan mampu meredam volatilitas harga yang dipicu oleh sentimen negatif pasar global terhadap konflik Iran-Israel.

“Kami terus mencermati perkembangan dan dampaknya terhadap harga-harga kebutuhan pokok di Tangsel. Monitoring dilakukan secara ketat agar kita bisa segera mengambil tindakan jika terjadi anomali harga di lapangan akibat tekanan eksternal ini,” pungkas Asep.

Tags