Kamis, 25 Juni 2026

Genjot Ekonomi Daerah, Pemkot Tangsel Perluas 5.000 Titik Wi-Fi Gratis Berbasis Rumah Ibadah

Area WiFi publik gratis di Tangsel.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memacu penetrasi inklusi digital guna mendukung transformasi ekonomi daerah. 

Dalam pemanfaatan infrastruktur digital ini, Pemkot menyasar sektor sosioreligius dengan mentransformasikan rumah ibadah sebagai pusat literasi ekonomi dan digitalisasi masyarakat.

Berdasarkan data resmi Diskominfo Tangsel per kuartal II/2026, realisasi perluasan jaringan internet gratis kini telah menjangkau lebih dari 5.000 titik layanan di berbagai wilayah.

Rinciannya terdiri dari 397 titik Wi-Fi di area pemerintahan dan 4.603 titik WiFi di area publik.

Kepala Diskominfo Kota Tangsel Tb. Asep Nurdin menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas internet gratis di area publik ini merupakan bagian dari cetak biru pembangunan kota cerdas (smart city), yang dikorelasikan dengan pembinaan sumber daya manusia.

"Masjid harus menjadi pusat kegiatan kemasyarakatan dan pembinaan generasi muda. Tidak hanya diisi kegiatan ibadah, tetapi juga program-program yang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk pemberdayaan ekonomi dan edukasi," ujar Asep, Rabu 24 Juni 2026.

Diskominfo Tangsel mencatat total ada 763 titik tempat ibadah yang sudah terfasilitasi internet gratis, mencakup 379 masjid dan 376 musala.

Sebaran wilayah untuk fasilitas internet di tempat ibadah meliputi Pondok Aren 197 titik, Ciputat Timur 150 titik, Pamulang 129 titik, Ciputat 106 titik, Serpong 91 titik, Serpong Utara 54 titik dan Setu 36 titik.

Selain rumah ibadah, akses internet publik ini juga terintegrasi di 1.198 titik Balai Warga/Pos Keamanan, 245 titik Organisasi Pendidikan (Sekolah Swasta, Ponpes, TPA/TPQ), 148 titik Posyandu/Posbindu, serta sejumlah taman kota dan rumah sakit.

Untuk memitigasi risiko penyalahgunaan teknologi seperti judi online dan disinformasi, penyediaan infrastruktur ini dibarengi dengan pelatihan digital terstruktur.

"Program Masjid Digital, disiapkan untuk melatih pelajar, remaja masjid, hingga pengurus (takmir) mengenai kecakapan digital dasar, keamanan siber (cybersecurity), hingga digital marketing," kata Asep.

Bukan sekadar menyediakan konektivitas Wi-Fi, program ini juga mencakup pemberian fasilitas web hosting gratis yang diperuntukkan bagi organisasi keagamaan dan UMKM binaan masjid di Tangsel.

Kebijakan ini diambil untuk memangkas biaya operasional digital pelaku usaha lokal dan organisasi komunal.

Secara teknis, program hosting gratis ini disokong langsung oleh infrastruktur Data Center milik Pemkot Tangsel yang memiliki kapasitas komputasi berupa 616 Core CPU, 1.840 GB RAM, serta ruang penyimpanan sebesar 328,17 Terabyte (TB).

Melalui optimalisasi rumah ibadah sebagai hub literasi, pemerintah daerah berharap dapat menjangkau lapisan masyarakat bawah (grassroots) yang selama ini sulit diakses oleh sosialisasi formal perbankan atau korporasi teknologi.

"Langkah ini diproyeksikan dapat memperkuat Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sekaligus meningkatkan iklim investasi sektor teknologi di Tangsel sebagai kawasan penyangga ibu kota," tutup Asep.

Tags