Jumat, 7 Agustus 2026

BRIN Serpong Bikin Sepatu Karet Seharga Rp75 Ribuan untuk Siswa Sekolah Rakyat

Sepatu buatan BRIN Serpong Tangsel.(@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) BRIN di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), merancang sepatu berbahan dasar karet yang memiliki bobot ringan, nyaman digunakan, serta ramah di kantong.

Inovasi tersebut diperkenalkan langsung oleh Kepala BRIN Arif Satria, saat mengenakannya dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 6 Agustus 2026.

Arif Satria mengaku kehadiran alas kaki inovatif ini berawal dari arahan khusus Presiden Prabowo Subianto agar lembaga riset negara mampu menghadirkan solusi terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Menjawab instruksi tersebut, para periset di BRIN Serpong merancang sepatu berbahan karet sepenuhnya yang diklaim fleksibel, estetis, dan sangat efisien dari segi produksi.

"Ini sepatu BRIN produk lokal. Pak Presiden juga sempat berpesan, 'BRIN, tolong dong bikin yang bisa menyelesaikan masalah sepatu'," ujarnya kepada awak media di lingkungan Istana Kepresidenan, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Dari sisi nilai ekonomis, sepatu hasil riset Tangsel ini diproyeksikan memiliki harga yang sangat kompetitif. Untuk varian standar, sepatu berbahan karet tersebut dibanderol mulai kisaran Rp75.000 per pasang.

Sementara itu, BRIN juga menyiapkan varian alternatif dengan pilihan motif serta material berbeda yang diperkirakan berada di kisaran harga sedikit di atas Rp100.000.

Lebih lanjut, program pengembangan ini diarahkan sebagai bentuk kontribusi strategis untuk menyukseskan program Sekolah Rakyat yang digencarkan pemerintah.

Melalui penyediaan alas kaki berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, para siswa di berbagai pelosok diharapkan dapat memperoleh fasilitas pendukung pendidikan yang memadai.

Saat ini, sepatu inovasi buatan periset Serpong tersebut masih berada dalam tahap uji coba penggunaan internal untuk memastikan kenyamanan dan ketahanannya secara maksimal sebelum dilepas ke masyarakat luas.

Guna memperluas kapasitas distribusi dan volume pembuatan di masa mendatang, pihak BRIN berencana menggandeng mitra strategis dari sektor industri manufaktur swasta.

"Nanti kita akan mencari mitra industri supaya bisa produksi lebih banyak lagi," pungkas Arif, seperti dilansir dari Warta Ekonomi.

Tags