Rabu, 26 Agustus 2026

Remaja Tangsel Diimbau Jangan Keseringan Main Medsos Demi Kesehatan Mental

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat mengisi Seminar Kesehatan Remaja di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel, Rabu 26 Agustus 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengingatkan para remaja agar bijak dalam menggunakan teknologi, terutama mengakses media sosial (medsos) guna menjaga kesehatan mental di tengah pergeseran pola interaksi digital.

Pesan tersebut disampaikan dalam Seminar Kesehatan Remaja yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan di Ruang Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel, Rabu 26 Agustus 2026.

Ia menyatakan kesehatan mental merupakan aspek krusial bagi masa depan remaja, mengingat tantangan zaman saat ini berbeda secara signifikan dibanding generasi sebelumnya.

“Nah, anak-anak sekalian, kesehatan mental ini sangat berpengaruh untuk masa depan kalian dan ini harus dijaga banget,” ujarnya.

Benyamin juga menyinggung kebiasaan anak-anak jaman dahulu yang banyak melakukan aktivitas fisik dan interaksi langsung. Namun kini, anak-anak menjadi lebih banyak bergantung pada perangkat digital.

Perubahan pola komunikasi tersebut juga berdampak pada berkurangnya interaksi langsung di dalam lingkungan keluarga.

Ia  menyoroti fenomena di mana remaja lebih memilih mencurahkan isi hati kepada teman di dunia maya ketimbang berkomunikasi dengan anggota keluarga yang berada di rumah.

"Padahal ibu kamu ada di sebelah kamu, bapak kamu ada di sebelah kamu, kakak kamu juga ada di sebelah kamu. Ada di rumah, tapi kenapa curhatnya selalu sama teman saja," ujar Benyamin.

Selain menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam bermedia sosial, Benyamin berpesan agar para remaja memiliki prinsip hidup yang kuat, seperti menjunjung tinggi kejujuran, giat belajar, menghormati orang tua serta guru, berbuat baik kepada sesama, dan saling membantu.

Dalam kesempatan yang sama, Benyamin juga menekankan pentingnya kemampuan mengambil keputusan secara mandiri dengan mempertimbangkan risiko serta dampaknya.

Kompetensi ini dinilai esensial dalam membentuk karakter dan menjaga kesehatan mental sejak usia dini. Para remaja turut diingatkan untuk menghindari segala bentuk kekerasan, kepemilikan senjata tajam, serta pergaulan bebas.

"Pilihan bukan ada di ibu kamu, pilihan bukan ada di orang tua kamu, pilihan bukan ada di pemerintah kota, tapi ada di diri sendiri untuk jadi orang bernilai. Jadi ingat ya, pilih keputusan dengan baik," tegasnya.

Menutup arahannya, Benyamin menggarisbawahi bahwa penanganan isu kesehatan mental remaja tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja.

Diperlukan sinergi yang utuh antara orang tua, tenaga pendidik di sekolah, dan pemerintah daerah guna menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman dan kondusif.

Tags