Jumat, 28 Agustus 2026

Diskominfo Tangsel Soroti Kerentanan Mental Remaja Meningkat Akibat Ketergantungan Gawai

Kepala Diskominfo Tangsel TB Asep Nurdin.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyoroti fenomena perubahan pola interaksi sosial akibat ketergantungan gawai yang memicu kerentanan psikologis di kalangan remaja.

Kepala Diskominfo Tangsel TB Asep Nurdin menyatakan perkembangan teknologi informasi yang masif membawa tantangan baru berupa pergeseran nilai etika dan tekanan sosial dari ruang digital.

Menurutnya, interaksi yang beralih ke dunia maya kerap menciptakan alienasi emosional di dalam lingkungan keluarga.

"Ketergantungan terhadap gawai telah mengubah pola interaksi sosial secara radikal, dari komunikasi tatap muka yang hangat menjadi interaksi artifisial yang sering kali hampa makna di ruang digital," ujarnya, Jumat 26 Agustsu 2026.

Ia menyoroti fenomena di mana sebagian remaja cenderung mencari validasi atau mencurahkan masalah kepada pengguna lain di dunia maya ketimbang berdialog dengan anggota keluarga terdekat.

Kondisi tersebut, jika tidak diantisipasi, berisiko memicu kecemasan berlebih, stres, hingga penyimpangan perilaku akibat minimnya filter etika informasi.

Sebagai langkah pencegahan, Diskominfo bersama Dinas Kesehatan Tangsel mendorong pentingnya penanaman nilai moral dan literasi digital yang matang.

Remaja diimbau agar memiliki ketahanan diri serta menghindari lingkaran pergaulan bebas, penyalahgunaan senjata tajam, dan berbagai potensi kekerasan.

"Dalam diri generasi muda harus punya nilai. Jangan menjadi kertas kosong yang tidak punya nilai," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pilihan untuk bersikap bijak berada di tangan individu masing-masing.

Lebih lanjut, Asep menekankan bahwa perlindungan kesehatan mental remaja memerlukan sinergi lintas sektor yang melibatkan orang tua, tenaga pendidik, dan pemerintah daerah.

"Pemkot Tangsel berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukasi berkelanjutan guna menciptakan ekosistem digital yang aman serta mendukung pembentukan sumber daya manusia yang berintegritas," tutupnya.

Tags