Sabtu, 29 Agustus 2026

Diam-diam Menderita Diabetes, Dokter Imbau 8 Kelompok Ini Perlu Rutin Cek Gula Darah

Ilustrasi cek diabetes.(@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com— Merasa sehat bukan berarti kadar gula darah dalam tubuh berada dalam kondisi normal. Diabetes melitus dapat berkembang perlahan tanpa menimbulkan keluhan sehingga sering kali diabaikan.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan gula darah, terutama bagi orang yang memiliki sejumlah faktor risiko. 

Sebab, diabetes yang baru diketahui setelah muncul komplikasi biasanya sudah berlangsung cukup lama.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih Bintaro, dr. Amelia Fitria Dewi, Sp.PD mengatakan, pasien tidak jarang datang ketika kadar gula darah yang tidak terkendali sudah menimbulkan gangguan kesehatan.

"Diabetes sering ditemukan ketika seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan akibat kadar gula darah yang tidak terkendali dalam waktu lama," ujarnya.

Diabetes merupakan gangguan metabolik yang terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin secara optimal. 

Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas edisi ke-10, Indonesia termasuk negara dengan jumlah penderita diabetes yang tinggi. 

Sebagian penyandangnya bahkan belum mengetahui kondisi tersebut.

Tidak adanya gejala pada tahap awal menjadi salah satu persoalan dalam mendeteksi diabetes. 

Padahal, beberapa perubahan pada tubuh dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan, seperti lebih sering buang air kecil pada malam hari, rasa lapar berlebihan, luka yang sulit sembuh, serta gangguan penglihatan.

Lebih lanjut, dokter Amelia menjelaskan, terdapat beberapa kelompok yang memiliki faktor risiko.

Kelompok tersebut meliputi masyarakat berusia di atas 35 tahun, orang yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, serta mereka yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Pemeriksaan juga dianjurkan bagi masyarakat yang kurang melakukan aktivitas fisik dan memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak.

Selain itu, perokok aktif, penderita hipertensi atau gangguan kolesterol, serta perempuan yang memiliki riwayat diabetes gestasional saat kehamilan juga termasuk kelompok yang perlu lebih memperhatikan kondisi gula darah.

Jika tidak dikendalikan, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat berdampak pada berbagai organ tubuh. 

Komplikasi yang dapat muncul antara lain penyakit kardiovaskular, gagal ginjal, kerusakan saraf, hingga retinopati.

Karena itu, pengendalian diabetes tidak cukup hanya dengan memperhatikan pengobatan. Kebiasaan sehari-hari juga perlu diperbaiki, mulai dari menjaga pola makan, membatasi asupan gula, mempertahankan berat badan, hingga rutin melakukan aktivitas fisik.

Berjalan cepat atau bersepeda dapat menjadi pilihan aktivitas yang dilakukan secara rutin untuk membantu menjaga kondisi tubuh.

Dokter Amelia mengimbau agar tidak perlu menunggu munculnya keluhan untuk mengetahui kondisi gula darah. 

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui diabetes lebih awal sehingga pengendalian dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi komplikasi.

"Semakin cepat diabetes diketahui, semakin besar peluang untuk mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi. Pemeriksaan rutin merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas hidup," tutupnya.

 

Tags Berita Kesehatan Diabetes RS Sari Asih Tips Kesehatan